Berita

Hong Kong/Net

Dunia

Demi Ketertiban, Pasukan China Bisa Melakukan Intervensi Di Hong Kong

RABU, 24 JULI 2019 | 23:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pasukan China yang ditempatkan di Hong Kong dapat melakukan intervensi untuk menjaga ketertiban umum jika diperlukan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Wu Qian mengatakan, Beijing telah mengikuti perkembangan di Hong Kong dengan cermat, terutama teriait insiden Minggu lalu ketika pengunjuk rasa merusak kantor penghubung China di kota itu.

"Departemen terkait telah mengomentari ini, tindakan ini menantang otoritas pemerintah pusat dan prinsip Satu Negara, Dua Sistem. Mereka tidak dapat ditoleransi," kata Wu seperti dimuat Channel News Asia (Rabu, 24/7).


Ketika ditanya soal bagaimana Cina berniat untuk menanggapi situasi tersebut, Wu mengatakan bahwa ada ketentuan yang jelas di bagian 3, pasal 14 UU Garnisun Hong Kong Cina.

Disebutkan dalam bagian itu bahwa Hong Kong dapat meminta bantuan dari China bila diperlukan dalam pemeliharaan ketertiban umum dan dalam bantuan bencana.

Ini adalah pertama kalinya Beijing secara terbuka merujuk kemungkinan mengerahkan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) untuk menangani kerusuhan di Hong Kong.

PLA sendiri telah ditempatkan di Hong Kong sejak bekas koloni Inggris itu dikembalikan ke China pada tahun 1997. Tetapi pasukan PLA umumnya tidak menonjolkan diri dan jarang terlihat berseragam di depan umum.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya