Berita

Ketum Gerindra Prabowo Subianto/Net

Politik

Posisi Ketua MPR Lebih Pas Diberikan Ke Gerindra

RABU, 24 JULI 2019 | 21:14 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Jika bergabung ke pemerintahan Joko Widodo, Partai Gerindra lebih cocok ditempatkan di posisi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang sedang diperebutkan partai politik di Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Hal itu disampaikan Director for Presidential Studies-DECODE UGM, Nyarwi Ahmad. Ia beranggapan, posisi tersebut leboh cocok dibandingkan kursi menteri yang mungkin ditawarkan.

"Kalau menteri ya bisa saja, tapi resistensi (dengan) TKN (tim kampanye nasional Jokowi-Maruf) besar. Kalau MPR mungkin masih terbuka meski Golkar, Nasdem, dan PKB serta PPP nolak keras juga," ucap Nyarwi Ahmad kepada Kantor Berita RMOL, Rabu (24/7).


Ia tak menampik posisi menteri untuk parpol berlambang kepala garuda ini lebih ideal. Namun kemungkinannya kecil. "Kondisi ideal tersebut sepertinya kecil, kecuali ada intervensi kuat dari Jokowi dan Mega di Teuku Umar," katanya.

Menimbang hal itu, ia pun berpandangan Gerindra lebih cocok mengisi jabatan pimpinan MPR.

"Posisi MPR cukup strategis bagi Gerindra dan Prabowo 5 tahun mendatang untuk mengawal agenda-agenda dan prioritas kebijakan yang pernah disampaikannya dalam kampanye Pilpres kemarin," tegasnya.

Posisi Ketua MPR juga akan menjadi celah bagus untuk memfasilitasi harapan masyarakat yang selama ini tidak pernah didengar oleh pemerintahan Jokowi di periode pertama.

"MPR cukup strategis jika parpol dan politisi yang mendudukinya memiliki visi kenegaraan dan pemerintahan yang tidak hanya canggih, namun menarik dan merepresentasikan harapan masyarakat secara luas," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya