Berita

Direktur Pengembangan Pasar Kerja Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Roostiawati/Net

Indonesia, Malaysia Dan Thailand Sepakat Berbagi Sistem Informasi Pasar Kerja

RABU, 24 JULI 2019 | 17:18 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Kementerian Ketenagakerjaan menyambut positif adanya kesepakatan berbagai sistem informasi pasar kerja yang dicapai dalam pertemuan Indonesia Malaysia Thailand-Growth Triangle (IMT-GT).

Melalui kesepakatan berbagi sistem informasi pasar kerja secara kerja secara online ketiga negara tersebut diharapkan dapat meningkatkan tenaga kerja kompetitif, meningkatkan mobilitas tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi pasar kerja dalam memperkuat konektivitas tenaga kerja.

"Pertukaran informasi pasar kerja akan membantu ketiga negara dalam mengisi pasar kerja sub regional. Sehingga migrasi pekerja akan tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja," kata Direktur Pengembangan Pasar Kerja Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Roostiawati usai mengikuti Technical Meeting IMT-GT: Labour Market Information Portal Workshop, di Jakarta, Rabu (24/7).


Technical Meeting dihadiri para pejabat Center for IMT-GT Subregional Cooperation (CIMT) yakni Balamurugan Ratha Krishnan (Deputy Directour); Purwaning Putri (Senior Project Cordinator); Robita Robinson (Project Cordinator); dua delegasi dari Thailand Witthusak Pathomsart (Senior Labour Specialist); Winai Mayomthong (Expert to Information and Communication) dan 30 peserta dari perwakilan Disnaker beberapa provinsi di Indonesia.

Roostiwati menjelaskan kesepakatan yang dicapai dalam technical meeting minus delegasi Malaysia tersebut untuk menindaklanjuti pertemuan IMT-GT sebelumnya di Kelantan, Malaysia (2019). Berbagi informasi pasar kerja dalam dua Bahasa juga sebagai dasar perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia yang bermobilisasi di ketiga negara tersebut.

"Kita sudah komit berbagi informasi pasar kerja dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan Inggris," ujar Roostiawati.

Menurut Roostiawati untuk langkah awal pihaknya akan melakukan sharing di sektor pariwisata (tourism blue) khususnya untuk jabatan-jabatan yang sudah dikenal di Asean.

"Kita sudah siap sharing data statistiknya angkatan kerja, terkait demandnya itu dari jabatan apa saja, supply kita dimana saja. Kita tinggal tunggu kesiapan Thailand kapan versi bahasa Inggrisnya itu ada," ujar Roostoawati yang juga selaku Ketua CIMT tetsebut.

Roostiawati mengatakan selanjutnya IMT-GT akan membuat action plan informasi pasar kerja dua bahasa di sektor pariwisata tersebut. "Harus ada timeline, karena kesepakatan dua bahasa ini sudah disepakati pada pertemuan di Kelantan kemarin," ujarnya.

Kerja sama IMT-GT merupakan kerja sama ekonomi sub regional yang terbentuk sejak 1993 dan sangat strategis dalam peningkatan perekonomian wilayah perbatasan antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Sedangkan Deputy Directour CIMT, Balamurugan mengatakan meski minus delegasi Malaysia, IMT sepakat mempersiapkan macro data analysis informasi pasar kerja. "Nantinya kita akan lihat dimana ada demand and supplynya, kalau di Indonesia misal dari sektor pariwisata, sebarapa besar demand di sektor tersebut, begitu juga dengan Thailand," ujarnya.

Balamurugan berharap bila sudah ada sistem online informasi pasar kerja di IMT-GT, akan disebarkanluaskan ke tiga negara. "Nanti kita boleh pilih sektor mana saja yang akan dibuat training atau upgrade skill. Misalnya di sektor pariwisata perlu training untuk jabatan manajer dan di atasnya. Kalau tak ada informasi makro supply and demand, sulit untuk diprediksi sektor mana saja yang akan difokuskan, " ujarnya.

Ditambahkan Balamurugan, meski tanpa kehadiran Malaysia, tak akan mempengaruhi karena program ini telah disetujui di tingkat pimpinan IMT. "Maklumat ini akan disampaikan ke Malaysia dan akan dibuat dalam pertemuan selanjutnya," ujarnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya