Berita

Global Fishing Watch mengapresiasi kerja Susi Pudjiastuti bagi Indonesia sejak 2014/RMOL

Nusantara

Turunkan Aktivitas Kapal Asing Secara Signifikan, Susi Pudjiastuti Dipuji GFW

RABU, 24 JULI 2019 | 15:57 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Global Fishing Watch (GFW) apresiasi kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti karena telah menurunkan secara signifikan aktivitas kapal ikan asing di perairan Indonesia sejak 2014.

Analis GFW Indonesia Imam Prakoso mengatakan, ilegal fishing di perairan Indonesia telah turun secara drastis sejak Susi Pudjiastuti mengeluarkan kebijakan pelarangan kapal asing pada November 2014 lalu.

Berdasarkan analisis GFW dari data Automatic Identification System (AIS), sistem pelacakan kapal dari sumber terbuka, GFW menemukan dan mendeteksi ada 6.800 jam kegiatan penangkapan ikan setiap bulan sejak 2012 hingga 2014.


Namun, setelah Menteri Susi mengeluarkan larangan pada November 2014 lalu, aktivitas ilegal fishing telah menurun secara drastis.

"Angka-angka bulanan turun lebih dari 95 persen pada bulan-bulan setelah larangan tersebut," ucap Imam Prakoso saat ditemui di daerah Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (24/7).

Belum lama ini Menteri Susi menginformasikan bahwa sekitar 10 ribu kapal asing telah dihalau dari perairan Indonesia sejak 2015. Selain itu, lebih dari 500 kapal asing telah ditangkap dan ditenggelamkan.

"Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa sikap keras Menteri Susi dalam memerangi penangkapan ikan ilegal telah memicu pemulihan sektor perikanan di perairan Indonesia," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya