Berita

Petambak Garam/Net

Politik

PKS Tunggu Konsistensi Luhut Pandjaitan Setop Impor Garam

RABU, 24 JULI 2019 | 10:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pernyataan Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan yang menyebut akan meminta Presiden Joko Widodo untuk menghentikan impor garam patut dipertanyakan keseriusan dan realisasinya.

Pasalnya, awal tahun 2018 Luhut sempat menyebut impor garam adalah sebuah keharusan. Sementara beberapa hari terakhir, Luhut menyebut impor garam membuat kacau dan mengusulkak penghentian impor.

Wakil Ketua Bidang Pekerja, Petani dan Nelayan (BPPN) DPP PKS Riyono mengatakan, betapa amburadulnya tata niaga garam di Indonesia saat ini. Kondisi petani garam saat pada tahun 2018 dan 2019 paling buruk sejak 1986.


Riyono menyebut menunggu realisasi pernyataan Luhut tersebut dan meminta pemerintah lebih fokus memikirkan keluhan petani garam.

"Harusnya LBP betul-betul memikirkan bagaimana solusi tata niaga garam ini, keluhan petani garam dan pengusaha produsen garam di Rembang dan Pati kondisi 2018 dan 2019 paling buruk sejak 1986 artinya kebijakan garam tidak banyak mengalami perubahan," kata Riyono dalam keterangannya, Rabu (24/7).

Dia menjelaskan, saat ini produksi garam nasional hanya mampu 2 juta ton per/tahun. Sedangkan kebutuhan garam konsumsi dan industri 3 juta ton. Ada defisit kebutuhan garam industri 1 juta ton/tahun.

Selain itu, saat ini harga garam hancur, hanya Rp 350 /kg padahal ongkos produksi Rp 750. Petani sudah rugi Rp 400 dan semakin terpuruk oleh garam impor yang rembes ke pasar atau konsumen.

"Kalau Pak LBP serius harusnya segara benahi tata niaga garam, cabut PP 9/2018 tentang Kebijakan Impor garam yang memberikan jalan gelap impor merajalela," usul anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah ini.

Riyono menyebutkan penderitaan petani garam semakin dalam. Petani penggarap hanya diberi upah Rp 25.000 per hari atau Rp 200.000 per pekan. Petani juga sudah enggan menjual garamnya, bahkan di Madura garam dibuang ke jalan sebagai bentuk kekecewaan kepada pemerintah.

"Kita tunggu konsistensi Pak LBP soal setop impor garam, kapan akan direalisasikan," demikiana Riyono.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya