Berita

Saut Situmorang (kedua dari kanan)/Net

Nusantara

KPK Tawarkan Bantuan Langsung Ke Banyuwangi

RABU, 24 JULI 2019 | 01:07 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keunikan budaya Banyuwangi mencuri hati Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Sitomorang.

Dalam kunjungan kerjanya ke Kota Bumi Blambangan itu pada Senin (22/7) kemarin, Saut mengakui bahwa tak sekadar keindahan alam, kota ini juga memiliki nilai lebih di bidang infrastruktur, ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya.

"Angka-angka (indikator kinerja Banyuwangi) yang muncul adalah bukti apa yang telah dilakukan Banyuwangi," jelas Saut.


Meski demikian, Saut mengingatkan agar Banyuwangi kembali mengisi dan melampirkan data terkait delapan area pencegahan korupsi di website korsupgah.kpk.id.  Menurutnya, hal itu harus dilakukan Banyuwangi jika ingin naik kelas.

"Sebenarnya angkanya di lapangan baik, namun ternyata belum semua diisi oleh Banyuwangi. Contohnya kalau ASN apa sudah ada proses jenjang karirnya, dana desa bagaimana model pertanggungjawabannya, semacam inilah. Nah ini indikator itu harus diisi," kata Saut.

Kenaikan jumlah wisatawan ke Banyuwangi menjadi perhatian khusus Saut. Menurutnya, keberhasilan kota ini menjaring pengunjung jadi bukti nyata kinerja Pemda. Agar terus termotivasi, Saut menawarkan bantuan yang langsung dikontrol oleh KPK. Di antaranya supervisi, monitoring, hingga koordinasi.

"Nanti ada kordinator wilayah, ada kordinator wilayah yang bertanggung jawab akan melihat secara detail apalagi yang bisa dibantu oleh kpk,” ujarnya.

Selama di Banyuwangi, Saut menggelar kegiatan berupa penyuluhan dan kampanye anti korupsi. Mulai mendongeng bersama anak TK dan SD, penyuluhan pelajar dan mahasiswa, hingga sosialisasi program KPK kepada pemangku kebijakan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengimbau semua ASN maupun masyarakat Banyuwangi untuk memanfaatkan kegiatan dari KPK tersebut. Seperti halnya memperkaya konten-konten edukatif anti korupsi hingga model-model pengisian LHKPN bagi para pejabat Banyuwangi.

"Gunakan kesempatan langka ini, sebaik mungkin. Manfaatkan untuk belajar dan meningkatkan integritas kita serta lingkungan kita," ajaknya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya