Berita

Luhut Panjaitan/Net

Politik

Indonesia Masih Perlu Garam Impor Untuk Kebutuhan Industri

SELASA, 23 JULI 2019 | 21:52 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengomentari pernyataan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang meminta Presiden Joko Widodo untuk menghentikan impor garam.

"Garam itu peruntukannya ada dua. Garam untuk konsumsi dan garam untuk industri. Untuk konsumsi, saya setuju jika itu stop impor tetapi kalau untuk keperluan industri kita masih perlu impor," ujar Huda saat dihubungi Kantor Berita RMOL, Selasa (23/7).

Menurut Huda kebutuhan garam untuk kebutuhan konsumsi dalam negeri kita sudah mencukupi. Tetapi kalau untuk industri belum bisa karena kuantitas dan kualitasnya belum dapat memenuhi kebutuhan industri.


"Kebutuhan garam kita hampir mencapai tiga juta ton dan dari jumlah itu kebanyakan digunakan untuk kebutuhan industri. Nah, mungkin setop yang dimaksud Pak luhut itu garam untuk kebutuhan konsumsi," katanya.

"Kita terima nasib saja karena belum bisa memproduksi garam untuk industri karena kadar NHCLnya masih kurang," kata Huda.

Sebelumnya Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan meminta Presiden Joko Widodo untuk menghentikan impor garam. Luhut menyampaikan bahwa garam impor membuat harga garam petani lokal anjlok apalagi jika impor dilakukan saat waktu panen.

"Jadi sekarang ini saya sarankan presiden, eloknya tidak usah lagi ada impor-impor. Itu bikin kacau," katanya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya