Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Pilpres 2024, Koalisi Gerindra-PDIP Terganjal Sosok Prabowo

SELASA, 23 JULI 2019 | 16:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kemungkinan PDIP dan Partai Gerindra menjalin koalisi pada Pilpres 2024 terbuka lebar. Duet Ketua Umum Gerinda Prabowo Subianto dengan anak Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani pun sangat memungkinkan.

Prabowo dan Puan masih masuk dalam survei calon pemimpin pada pilpres mendatang.

Peluang PDIP dan Gerindra berkoalisi pada masa mendatang terbuka pasca pertemuan rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo yang disebut-sebut direstui Megawati. Di sisi lain, hubungan Megawati dengan Prabowo juga terjalin dengan baik.


Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan, koalisi Gerindra-PDIP dan duet Prabowo-Puan akan terganjal pada sosok Prabowo.

Pada Pilpres 2024, Prabowo sudah sepu yaitu berusia 72 tahun, dan magnet politik mantan Danjen Kopassus itu juga sudah berkurang.

"Kalau sudah gabung pemerintahan Jokowi (2019-2024), Prabowo yang selama ini diidentikkan berhadap-hadapan dengan pemerintah, tidak ada lagi. Dan biasanya, yang tidak suka dengan pemerintah akan mencari figur lain yang berseberangan dengan pemerintah itu sendiri, tentu itu tidak ada lagi pada sosok Prabowo," ujar Ujang Komarudin saat dihubungi redaksi, Selasa (23/7).

Selain itu, kekuatan Prabowo di luar partai tentu akan hilang. Misalnya, dukungan massa 212 pada Pilpres 2019 yang solid di barisan Prabowo. Kalau Prabowo gabung dengan Jokowi, massa 212 diyakini akan meninggalkannya.

"Ini kalkulasi-kalkulasi yang mesti dihitung terkait koalisi Gerindra-PDIP atau duet Prabowo-Puan," demikian Ujang Komarudin.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Serangan terhadap Konvoi Pasukan UNIFIL di Lebanon Tewaskan Dua Personel

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:53

Mantan Dirjen PHU Hilman Latief Diduga Terima Duit Ribuan Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:36

Sejumlah Kades di Lebak Ngadu ke DPR Minta Segera Wujudkan DOB

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:10

Maktour Raup Rp27,8 Miliar dari Permainan Kuota Haji

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:55

Pengorbanan TNI Bukti Nyata Komitmen Indonesia Jaga Perdamaian Dunia

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:41

Mantan Anak Buah Yaqut Diduga Terima 436 Ribu Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:14

Serangan Israel ke Pasukan UNIFIL Pelanggaran Serius Resolusi DK PBB

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:01

Tim Garuda Gigit Jari Usai Ditekuk Bulgaria 0-1

Senin, 30 Maret 2026 | 23:33

Kader PDIP Siap Gotong Royong Bantu Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Senin, 30 Maret 2026 | 23:17

DKI Siap Hadirkan Zebra Cross Standar di Jalan Soepomo Tebet

Senin, 30 Maret 2026 | 22:47

Selengkapnya