Berita

Febri Diansyah/Net

Hukum

LHKPN Tolak Ukur Capim KPK Berintegritas

SELASA, 23 JULI 2019 | 02:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyayangkan pernyataan dari Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK yang terkesan mengesampingkan aspek kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Negara (LHKPN).

Ini lantaran pansel tidak mewajibkan calon menyerahkan LHKPN dalam proses seleksi administrasi. LHKPN baru akan diminta setelah calon mengerucut menjadi lima sebagaima termaktub dalam pernyataan kesediaan dalam pendaftaran.

Padahal, seharusnya pansel dapat menjadikan kepatuhan LHKPN sebagai salah satu indikator integritas capim KPK.


“Sebelum mereka terpilih hal yang paling penting pelaporan harta kekayaan itu juga dilihat sebagai alat ukur oleh Pansel," tutur Jurubicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/7).

Menurutnya, tingkat kepatuhan pelaporan harta kekayaan para capim KPK juga dapat dijadikan tolok ukur bahwa mereka akan komitmen dalam pemberantasan korupsi. Apalagi, laporan itu merupakan bagian dari alat pencegahan korupsi.

“Jadi bagaimana mungkin capimnya bisa tidak patuh melaporkan LHKPN ketika menjabat sebagai penyelenggara negara," kata Febri.

KPK berharap kepada pansel untuk betul-betul serius dalam menekankan pentingnya pelaporan LHKPN secara periodik.

Selain LHKPN, KPK juga mengingatkan pansel untuk melacak capim yang lolos tahap administrasi jujur dalam pelaporan gratifikasi sebagai salah satu indikator dari integritas seorang calon pimpinan KPK.

"Kalau ada pihak-pihak yang kompromistis, saya kira itu berarti memliki problem aspek integritas," pungkasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

DPR Godok Anggaran Rekrutmen KPU-Bawaslu Daerah Dilakukan Serentak

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:23

Dari Pala Jadi Peluang, BRI Peduli Perkuat Usaha KWT Bogor Lewat Program AURA

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Mandatori B50 Meluncur, Indonesia Siap Perkuat Kedaulatan Energi

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Prabowo Prediksi Target 100 GW PLTS Bakal Dihujat Pakar

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:46

Kejagung Sebut TNI Jaga Rumah Jampidsus Sudah SOP

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:38

Prabowo: Banyak Negara Iri dan Benci, Ingin RI Kolaps

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:30

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:17

Rumah Sentul Tak Masuk LHKPN, Segini Harta Jampidsus

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:13

Prabowo Siapkan Penghargaan untuk Tokoh-tokoh di Balik Kesuksesan B50

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:10

Galon PC Tak Sebabkan Gangguan Hormon, Reproduksi, dan Kanker

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:35

Selengkapnya