Berita

Perbaikan jalan tol Jakarta Cikampek/Ist

Nusantara

Perbaikan Hingga Jumat, Pengguna Tol Jakarta Cikampek Diimbau Cari Jalur Alternatif

MINGGU, 21 JULI 2019 | 16:53 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pihak Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek akan melakukan perbaikan di kedua arah hingga sepekan. Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga, Irra Susiyanti mengatakan, perbaikan jalan akan dilakukan mulai hari ini, 21-26 Juli mendatang.

Perbaikan jalan akan dilakukan di jalur arah Cikampek yang terletak di Km 25+945-26+075 di lajur 2. Di jalur Jakarta akan dilakukan perbaikan di Km 33+266-33+081 di lajur 2.

"Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pekerjaan rekonstruksi dimaksud karena akan berdampak penyempitan lajur menjelang lokasi pekerjaan," ucap Irra kepada wartawan, Minggu (21/7).


Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, pihaknya akan bekerja sama dengan kepolisian guna melakukan sistem buka tutup jalur.

"Buka tutup dilakukan di lajur 1 untuk jalur ke arah Cikampek maupun ke arah Jakarta. Lalu lintas di kedua arah akan berjalan normal, tidak ada penutupan total," jelasnya.

Selain itu, Jasa Marga juga akan berlakukan sistem contraflow jika kondisi jalan tol Jakarta-Cikampek mengalami kepadatan.

"Dipersiapkan dua titik contraflow di Jalan tol Jakarta-Cikampek, yaitu dari Km 25+100-29+500 arah Cikampek dan Km 29+500-35+000 arah Jakarta untuk mencairkan kepadatan menjelang titik lokasi pekerjaan," paparnya.

Oleh karenanya, Irra mengimbau kepada penggunaan jalan tol Japek mengambil jalur alternatif lain guna menghindari kepadatan jalan.

"Untuk pengguna jalan arah Cikampek dapat keluar melalui Gerbang Tol (GT) Cibitung dan masuk kembali ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui GT Cikarang Barat. Sedangkan untuk pengguna jalan arah Jakarta dapat keluar melalui GT Cikarang Timur dan masuk kembali ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui GT Cikarang Barat," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya