Berita

Kunjungan kerja ke BNPB Pusar di Jakarta/Net

Nusantara

BNPB Bantu Rehabilitasi Dan Antisipasi Bencana Kabupaten Madina

KAMIS, 18 JULI 2019 | 18:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) (BPBD) Kabupaten Madina melakukan kunjungan kerja ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat di Jakarta pada pekan lalu. Kunjungan dalam rangka rehabilitasi pasca bencana dan antisipasi bencana alam di Madina.

Sekretaris BPBD Madina, Haris Nasution mengatakan, pihaknya ke Jakarta untuk menyampaikan program-program penanggulangan bencana dan pasca bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi di Madina beberapa waktu yang lalu. Banyak hal yang dibicarakan dengan BNPB terkait program sudah jalan dan yang akan diusulkan.

"Kami sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan rehabilitasi infrastruktur serta masalah-masalah sosial yang ditimbulkannya. Namun kami memilki keterbatasan sehingga Pemkab Madina harus berkoordinasi dengan BNPB Pusat untuk dukungan lebih maksimal sehingga rakyat korban bencana cepat dipulihkan" ujar Haris, Kamis (18/6).


Adapun program yang akan diberikan BNPB adalah berupa peralatan antisipasi bencana, rumah sakit bergerak dan ambulan. Seterusnya, pembangunan fasilitas mitigasi bencana antara lain pembangunan gedung evakuasi tsunami yang dapat digunakan juga sebagai keperluan pasar rakyat dan rekreasi pantai.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Madina, Bahrain Lubis menjelaskan hasil pertemuan dengan BNPB sangat membantu menyelesaikan persoalan-persoalan sosial yang muncul berkaitan dengan bencana. Di bidang perikanan dan kelautan, ada beberapa program yang akan dikolaborasi dengan BPBD Madina. Antara lain, bangunan pemecah ombak, pengolahan ikan pada fasilitas-fasilitas bangunan untuk antisipasi tsunami, dan program budidaya ikan korban bencana.

Di bidang sosial juga banyak hal yang dibicarakan termasuk memperkuat Program Keluarga Harapan (PKH) dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya.

Bahrain menambahkan, hampir di setiap lokasi pasca bencana diharapkan dapat dijadikan sebagai lokasi pengembangan budidaya ikan sbagai usaha alternatif menutupi kebutuhan hidup masyarakat akibat kerusakan lahan pertanian dan perkebunan.

"Kami akan bangun sentra-sentara budidaya ikan untuk mendukung perekonomian masyarakat, sambil menunggu upaya rehabilitasi lahan-lahan pertanian yang rusak. Diharapkan program ini juga menyelesaikan persoalan anak putus sekolah yang mengalami kesulitan pembiayaan akibat bencana," tuturnya.

Di tempat terpisah, Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution mengatakan seluruh upaya yang sedang dirintis Pemkab Madina membutuhkan sinkronisasi dan kolaborasi dengan seluruh pihak sehingga program-program percepatan pembangunan ekonomi Madina dapat segera berjalan dan masyarakat segera menikmati hasilnya.

"Saya berharap Bapak Kepala BNPB Pusat dapat turun langsung ke Madina untuk melihat kondisi di lapangan sehingga beliau dapat memahami kesulitan masyarakat dan Pemda Madina dalam menanggulangi dan mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan masyarakat korban bencana alam di Madina," ucap Dahlan.

Pemkab Madina belakangan sedang gencar merencanakan percepatan pembangunan ekonomi Madina untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dengan program-program unggulan baik pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk industrialisasi Raw Material yang melimpah di Madina, menciptakan iklim investasi yang mudah dan murah untuk peningkatan produktifitas terutama kopi Mandailing, serei wangi, karet alam, minyak sawit, aren dan komoditas lainnya.

Untuk mendukung program strategis tersebut, pembangunan bandara sedang berjalan, begitu juga pembangunan rumah sakit rujukan daerah di sekitarnya,  pembangunan jalan-jalan baru sedang digalakkan, termasuk peningkatan mutu perguruan tinggi negeri untuk mejudkan SDM Madina dan pembangunan fasilitas publik lainnya.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya