Berita

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Abdul Ghoni/Net

Nusantara

Gerindra Antisipasi Dua Nama Baru Cawagub Pendamping Anies

KAMIS, 18 JULI 2019 | 05:51 WIB

Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga kini tak kunjung ditetapkan. Setidaknya, sudah ada dua nama cawagub pengganti Sandiaga Uno yang diajukan Partai Keadilan Sejahtera.

Dua nama tersebut adalah Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Salah satunya bakal ditetapkan sebagai pendampin Gubernur Anies Baswedan untuk membenahi Jakarta dalam rapat paripurna bersama Pemprov dan DPRD DKI Jakarta.

Dilansir Kantor Berita RMOLJakarta, jika dua nama tersebut gagal terpilih, Gerindra sebagai pengusung Sandiaga Uno mengaku bakal menyodorkan dua nama baru sebagai Cawagub.


"Lihat saja nanti, kalau sudah mengarah mencapai paripurna pemilihan, jika sekali itu tidak kuorum diberikan waktu 10 hari. Kemudian 10 hari selanjutnya enggak kuorum, ada pengajuan nama baru, berarti (nama sebelumnya) kan enggak diterima," kata Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Abdul Ghoni, Rabu (17/7).

Namun, tak dijelaskan sosok dua calon yang kemungkinan bakal disodorkan partai pimpinan Prabowo Subianto itu.

Sebelumnya, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Mohamad Ongen Sangaji memastikan syarat kuorum anggota DPRD saat rapat paripurna sudah sesuai aturan.

"Kami mengikuti undang-undang. Saya sudah konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),” kata Ongen, Selasa lalu (16/7).

Menurut Ongen, setiap jumlah kuorum sudah ada aturannya baik itu harus 3/4, 2/3, maupun 50+1.

Pansus Pemilihan Wagub DKI telah menentukan jumlah kuorum anggota dewan harus 50 persen plus 1 (50+1) saat rapat paripurna berdasarkan konsultasi dengan Kemendagri.

"Oleh karena itu, sebagai Ketua Pansus saya akan mengikuti apa yang menjadi arahan Kemendagri," ujar Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD DKI Jakarta ini.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya