Berita

Ilustrasi maskapai penerbangan/Net

Bisnis

Sebelum Polemik, Menhub Pernah Diingatkan Untuk Naikkan Tarif Batas Atas Sejak Tahun 2017

KAMIS, 18 JULI 2019 | 03:16 WIB | LAPORAN:

Kebijakan pemerintah atas penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sekitar 12-16 persen yang meliputi pesawat full service maupun Low Cost Carrier (LCC) pada bulan Mei lalu kembali menjadi pembincangan hangat.

Terlebih dengan Indonesia National Air Carrier Association (INACA) yang melaporkan Kementerian Perhubungan (Kemhub) ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) atas dugaan maladministrasi pada Senin lalu (8/7).

Pengamat penerbangan sekaligus anggota Ombudsman, Alvin Lie memandang, pemerintah terkesan memaksakan maskapai untuk terus berjalan melalui kebijakan itu. Sebab sejak tahun 2014, kata dia, ongkos operasi maskapai terus naik.


“Kita enggak usah lihat lain-lain, gaji pegawainya saja setiap tahun naik, lima tahun udah berapa persen. Kemudian komponen nilai tukar rupiah juga besar, pesawatnya impor komponen perawatan impor. Nilai tukar 2014 dibandingkan nilai tukar 2019 sudah berapa?” ungkap Alvin kepada Kantor Berita RMOL di kantornya, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/7).

Alvin juga mengaku sudah beberapa kali mengingatkan Menteri Perhubugan, Budi Karya Sumadi dan Dirjen Perhubungan Udara saat itu, Agus Santoso untuk menaikkan TBA. Namun pada kenyataannya malah sebaliknya.

“Sejak tahun 2017 saya sudah berapa kali mengingatkan Menhub, 'Pak, ini teman-teman airlines sudah teriak-teriak tolong TBA-nya di revisi, dinaikkan'. Saya juga ke Dirjen Udara saat itu, Pak Agus, pertimbangannya 'iya iya iya', tapi mundur terus. Sampai sekarang bukannya naik tapi malah turun,” tuturnya.

Alvin menjelaskan, yang perlu dipahami dalam konsep biaya operasional maskapai memiliki TBA dan Tarif Batas Bawah (TBB) pada kisaran 65 atau 70 persen dari batas atas. Cara kerja maskapai, laba ketika penumpang ramai digunakan untuk subsidi saat sepi.

Oleh karenanya saat penumpang sepi, harga tiket bisa turun karena sudah ditutup dengan laba saat maskapai ramai.

Namun ketika biaya operasional dan ongkos terus naik, titik imbasnya rata-rata TBA dan TBB bukan lagi di sekitaran 65 atau 70 persen, melainkan 80 hingga 85 persen. Pada kenyataannya laba maskapai semakin kecil, sehingga kemampuan dalam menyubsidi ketika sepi penumpang semakin tipis.

“Harga tidak naik karena TBA-nya enggak pernah naik, tapi tidak turun dari kisaran batas atas karena tidak menjadi fleksibel,” jelasnya.

Namun apa yang terjadi saat ini, kata Alvin, pemerintah menekan TBA pesawat LCC sebanyak 50 persen dengan tiket murah terjadwal yang menyebabkan maskapai harus memotong insentif perusahaannya yang berdampak pada kesejahteraan pegawai.

Hal ini juga kemungkinan akan berdampak pada cara kerja atau profesonalitas para pegawainya.

“Pilotnya penghasilan turun. Terbang ini butuh konsentrasi, ketika pekerjanya ini tidak fokus, kemudian pilotnya mikir penghasilan tambahan. Ini yang saya khawatirkan terjadi. Ini sebelum bangkrut ya,” tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Bripda Nopandri Anggota Polres Katingan Ditemukan Wafat Usai Gerebek Bandar Narkoba

Sabtu, 04 Juli 2026 | 22:06

GreenBus Pertamina, Ajak Generasi Muda Belajar dari Kampung Hijau Cemara

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:46

Aipda Endang Karyana Gugur usai Tertabrak Tugas di Tol Joglo

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:39

Bank Mandiri Taspen Gelar Appreciation Night Bersama Media di Pantai Sanur

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:10

Kapolri Pimpin Sertijab Enam Kapolda dan PJU Mabes

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:34

Ulang Tahun, Dasco Ucapkan Selamat untuk Nadiem Makarim

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:08

Terus Ada, Ada Terus, BNI Hadirkan Ragam Promo Spesial 80 Tahun Pengabdian

Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:44

Partai Demokrat Ajak Publik Terlibat Tentukan Logo HUT ke-25

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:52

Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Ini Jadwalnya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:25

KAI Group Angkut 258,99 Juta Penumpang di Semester I 2026

Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:57

Selengkapnya