Berita

Pengungsi di Desa Gane Luar/Net

Nusantara

Perjalanan 10 Jam, Tim Tagana Serahkan Bantuan Di Daerah Terparah Gempa Halmahera Selatan

RABU, 17 JULI 2019 | 09:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sebesar Rp 1,39 miliar kepada korban gempa di Maluku Utara. Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat mengatakan bantuan tersebut lansung di distribusikan ke daerah-daerah terdampak di sembilan desa.

Kesembilan desa tersebut antara lain Desa Ranga-Ranga,Desa Gane Luar, Desa Samat, Desa Gaimu, Desa Kuwo, Desa Liaro, Desa Tomara, Desa Tomara, Desa Gane Timur, Desa Tanjung Jere, Desa Lemo Lemo.

"Sesuai arahan Presiden Jokowi penangan korban bencana alam harus secepatnya. Untuk itu, Kemensos langsung memberikan bantuan berupa beras, lauk pauk, tenda dan santunan bagi korban yang meninggal dunia. Tercatat sebanyak bangunan yang rusak di sembilan desa itu sebanyak 971 unit," kata Harry di saat meninjau lokasi terparah di Desa Gane Dalam, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Rabu (17/7).


Harry menambahkan besarnya santunan bagi 5 korban meninggal masing-masing sebesar Rp 15 juta. Kelima korban itu antara lain Aisyah (umur 50 tahun, Desa Gane Luar Kec. Gane Timur Selatan), Asfar Mukmat (umur 25 tahun, Desa Gane Dalam Kec. Gane Barat Selatan), Sagaf Girato (umur 50 tahun, Desa Yomen Kec. Joronga), Wiji Siang (umur 60 tahun, Desa Gane Luar, Kec. Gane Timur Selatan), Saimah (umur sekitar 90 tahun, warga Nyonyifi, Kec. Bacan Timur).

Sulitnya jalur menuju lokasi titik gempa di Desa Gane Luar tidak menyurutkan tim bantuan Kemensos terdiri dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), pendamping PKH dan pilar sosial lainnya untuk mencapai desa itu. Tim bantuan Kemensos dipimpin langsung Harry Hikmat.

Harry menjelaskan untuk bisa mencapai Desa Gane Luar sebagai daerah terparah karena gempa tersebut tim bantuan Kemensos harus menempuh perjalanan selama 10 jam perjalanan dari Kota ternate. Tercatat sebanyak 380 unit rumah mengalami kerusakan di desa tersebut.

"Untuk bisa mencapai desa ini kami harus menggunakan speedboat selama 1 jam perjalanan menuju Pelabuhan Sofifi. Dari Sofifi kita dilanjutkan menggunakan kendaraan selama 5 jam menuju Desa Matuting. Sesampai di Desa Matuting perjalanan kita lanjutkan dengan menggunakan sepada motor selama lebih dari 2 jam. Pemilihan sepeda motor tersebut dikarenakan akses menuju kedua desa itu mengalami kerusakan akibat gempa," kata Harry.

Minimnya transportasi juga menjadi kendala penyaluran bantuan hingga daerah tersulit. "Untuk bisa mencapai kedua desa terparah transportasi satu-satunya adalah dengan menggunakan sepeda motor. Ada juga via laut tetapi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini sangat beresiko bagi penyaluran logistik bantuan," imbuhnya.

Harry menambahkan dampak gempa yang terjadi pada hari Minggu lalu telah menyebabkan rumah rusak sebanyak 971 unit dan 3.104 jiwa terpaksa harus mengungsi karena masih mengalami trauma.

"Terdapat 15 titik pengungsian, yaitu Kantor BPBD Halmahera Selatan, Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Selatan, Polres Kabupaten Halmahera Selatan, Mesjid Raya, Kantor LP Halsel, SMEA Amasing, Gunung Bobebo dan sisanya berada di lokasi Kec. Gane Barat dan Timur. Pemerintah akan berusaha memenuhi segala kebutuhan mereka yang menungsi," kata Harry.

Rencananya Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita akan meninjau langsung pengungsi di Desa Gane Dalam pada hari Kamis (18/7) dengan menggunakan heli milik TNI dari Pulau Bacan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya