Berita

Foto: Dok PUPR

Kementerian PUPR Dorong Peningkatan Kemampuan Bidang Konstruksi Bawah Tanah

SENIN, 15 JULI 2019 | 19:52 WIB

. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong penggunaan teknologi dalam pembangunan infrastruktur agar lebih cepat, lebih murah dan lebih baik.

Kunci utama untuk meningkatkan profesionalisme kontraktor nasional yakni pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terus mengikuti perkembangan teknologi dalam era industri digital.  

“Dalam beberapa kesempatan Bapak Menteri PUPR menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi harus memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Hal tersebut agar Pembangunan Infrastruktur dapat terselesaikan lebih cepat, lebih murah, dan tentunya lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin


Salah satunya adalah teknologi konstruksi bawah tanah atau trenchless yang merupakan teknologi konstruksi terkini yang mampu menggarap pekerjaan di bawah permukaan tanah tanpa galian, sehingga menjadikan pelaksanaan pekerjaan konstruksi akan lebih efisien, dan memiliki risiko yang lebih rendah terhadap terjadinya kecelakaan kerja konstruksi.

Teknologi ini tepat untuk diterapkan di kota-kota besar padat penduduk seperti pada pekerjaan terowongan baik jalan dan bendungan, pipa air bersih dan air limbah

Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Kimron Manik mengatakan penggunaan teknologi trenchless telah diterapkan di beberapa proyek Kementerian PUPR diantaranya pada Bidang SDA seperti pembangunan Bendungan Jatigede dan pembangunan Sudetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur, Bidang Jalan seperti pembangunan Terowongan Jalan Tol Cisumdawu, Bidang Cipta Karya seperti proyek DSDP (Denpasar Sewerage Development Project) Denpasar, proyek Metropolitan Sanitation Management and Health Project (MHMHP) Medan, dan proyek Metropolitan Sanitation Management and Health Project (MHMHP) Jogjakarta.

Semakin berkembangnya teknologi trenchless juga perlu diikuti kontraktor Indonesia untuk menjadi spesialis di bidang ini.

“Saat ini lebih banyak kontraktor Indonesia sebagai kontraktor umum (general contractor) dan persaingannya sudah ketat. Sementara industri konstruksi Indonesia juga membutuhkan lebih banyak kontraktor spesialis yang saat ini jumlahnya masih minim, salah satunya spesialisasi dalam bidang konstruksi bawah tanah atau trenchless,” kata Kimron.

Jumlah kontraktor spesialis di Indonesia saat ini sebanyak 5.608 badan usaha, atau masih sedikit dibandingkan dengan jumlah kontraktor umum sebanyak 120.183 badan usaha.

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan mengenai teknologi konstruksi bawah tanah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, The International Society for Trenchless Technology (ISTT), Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN), dan Westrade Group United Kingdom LTd akan menggelar event Trenchless Asia 2019 pada 17–18 Juli 2019, bertempat di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran Jakarta, dengan rangkaian acara Pameran dan Workshop Internasional dan Nasional.

Ketua LPJK Ruslan Rivai berharap kontraktor Indonesia dapat memanfaatkan acara tersebut untuk mengenal peralatan konstruksi dengan teknologi trenchless terbaru.

Disamping pameran teknologi, juga diselenggarakan sebanyak 22 workshop dengan berbagai tema terkait konstruksi bawah tanah yang merupakan bagian dari program pengembangan profesi berkelanjutan LPJK.

“Tentu kita tidak ingin mengurangi ketergantuan pada tenaga ahli asing. Oleh karenanya LPJK dan Kementerian PUPR akan mewujudkan badan usaha dan tenaga ahli yang memiliki spesialisasi pekerjaan bawah tanah,” ungkap Ruslan.

LPJK mencatat hingga 30 Juni 2019, jumlah tenaga kerja bidang konstruksi di Indonesia sebanyak 509.035 orang dengan rincian sebanyak  157.545 orang tenaga ahli dan 382.162 orang tenaga terampil.

Pameran Trenchless berlangsung di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta, pada 17 – 18 Juli 2019 tanpa dikenakan biaya masuk. Acara akan diikuti sekitar 3.000 exhibitor dengan menghadirkan peralatan alat berat dengan teknologi terkini untuk pekerjaan konstruksi bawah tanah.

Managing Director Trenchless Asia Paul Harwood mengatakan Pameran Trenchless Asia 2019 akan diikuti 30 negara dari Eropa, Amerika, dan Asia. “Kami harapkan kegiatan ini akan memberi manfaat kepada publik terutama terkait perkembangan teknologi yang berkaitan dengan sektor konstruksi. Jangan sampai terlewatkan, event ini juga akan membahas tentang isu-isu penting lainnya seperti bidang sipil, tata lingkungan, dan K3”, ungkap Paul.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya