Berita

Pengungsi Rohingya di Bangladesh/Net

Dunia

Hujan Lebat Renggut 10 Nyawa Di Kamp Pengungsian Rohingya

MINGGU, 14 JULI 2019 | 22:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sedikitnya 10 orang meninggal dunia dan ribuan rumah hancur di kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh akibat hujan Monsun yang terjadi sejak bulan April lalu.

Departemen Meteorologi Bangladesh pada Minggu (14/7) mengatakan bahwa wilayab Cox Bazae merupakan wilayah yang paling larah terkena dampak bencana. Wilayah itu sendiri merupakan rumah bagi hampir satu juta pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar.

Sementara itu, seorang juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dalam sebuah pernyataan mengatakan, hujan lebat memicu tanah longsor di kamp-kamp pengungsi yang sebagian besar dibangun di lereng bukit. Akibatnya, sekitar 4.889 terpal dan gubuk bambu hancur.


Selain itu, hujan lebat juga menyebabkan lebih dari 200 tanah longsor terjadi sejak April di kamp-kamp yang dibangun di dekat perbatasan dengan Myanmar.

Sejak saat itu, menurut laporan PBB yang dimuat Channel News Asia, sedikitnya 10 orang tewas. Dalam minggu terakhir saja, dua anak di bawah umur Rohingya meninggal dan 6.000 orang lainnya tidak terlindung karena hujan lebat.

Sementara itu, jurubicara World Food Programme (WFP) Gemma Snowdon mengatakan mereka harus secara signifikan meningkatkan bantuan di kamp-kamp untuk mengatasi musim hujan.

"Sejauh ini 11.400 orang memerlukan bantuan makanan tambahan karena hujan lebat, dibandingkan dengan 7.000 selama seluruh Juli 2018," ujarnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya