Berita

Jaya Suprana

HAMAL

SABTU, 13 JULI 2019 | 03:28 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

NASKAH “Jihad Al Nafs Demi Lobster Dan Nelayan” yang dimuat RMOL 26 Juni 2019 memperoleh banyak tanggapan rata-rata bernada prihatin, antara lain dari fotografer jaman now, Leo Pradana Suryanaputra. Leo yang ternyata penggemar berat makan lobster berkomentar kelabu sebagai berikut.

"Sayang sekali ya Pak, lobster terancam punah sekarang. Kalau makan lobster di luar negeri juga termasuk akan punah ya Pak? Atau lobster di Indonesia saja yang jumlahnya mengecil? Sayang ya Pak, semoga lobster bisa diternak dan dijadikan komoditi ya! Sayang kalau saya tidak bisa makan lobster lagi”.


Setelah saya sarankan dia berwirausaha peternakan lobster, langsung sang fotografer muda berdalih “Hehehehehe kalau saya yang bikin peternakannya, bisa-bisa habis untuk saya makan sendiri, Pak!"


Sayembara

Sastrawan peminat humorologi pendiri IHIK (Institut Humor Indonesia Kini) merangkap mahaguru Kejawen saya, Darminto M. Sudarmo meratap sebagai berikut.

“Memprihatinkan juga ya nasib lobster di laut kita. Setuju, gerakan pertama adalah dimulai dari diri sendiri --kalau saya udang biasa aja sudah terlalu mewah, boro-boro lobster. Kedua, supaya yang serakah tidak serakah dan tidak menjual hasil tangkapan benur lobster ke asing, pemerintah wajib membeli dengan harga lebih mahal dan benurnya dibudidayakan secara khusus dan terlindungi supaya di lain saat bisa dilepas ke laut; ketiga diadakan sayembara penangkaran lobster yang hasilnya produktif, dapat hadiah umroh atau barang elektronik (kerja sama dengan sponsor) dst dst.”

HAMAL

Mas Darminto lanjut bersabda, "tahun 1999 saya kerja sama dengan para kartunis bikin buku yang intinya menggambarkan andaikatamologi kelautan. Andaikata laut kita (saat itu setiap tahun ilegal fishing membuat pemerintah rugi 35 triliun rupiah) dikelola dengan baik dan benar, maka seluruh rakyat Indonesia cukup duduk manis, bisa hidup makmur dan berkecukupan karena dahsyatnya laut kita (2/3 wilayah RI!) penuh potensi yang menghasilkan bagi negara begitu luar biasa (ikan, biota laut, tambang, harta karun terkubur, perairan berbayar untuk kapal asing, dll) dan  tak pernah habis".

Namun ada pula anggota Lobster Fans Club yang fanatik mengejawantahkan HAMAL (Hak Asasi Makan Lobster) garang sesumbar bahwa selama makan lobster belum dilarang secara konstitusional akan tetap gigih makan lobster! Apa boleh buat lobster menang enak dimakan!

Penulis gemar makan lobster tapi tidak konsekuen mengejawantahkan HAMAL

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Kemenkop Akselerasi Penerima PKH Jadi Anggota Kopdes Merah Putih

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:44

DPR Wajib Awasi Partisipasi Indonesia di BoP dan ISF

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:42

Polisi Gadungan Penganiaya Pegawai SPBU Dibekuk

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:18

BPC HIPMI Rembang Dukung Program MBG Lewat Pembangunan SPPG

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:56

Posisi Strategis RI di Tengah Percaturan Geopolitik

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:55

Pertamina Harus Apresiasi Petugas SPBU Disiplin SOP Hingga Dapat Ancaman

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:21

Menkop Ajak Seluruh Pihak Kolaborasikan KDKMP dan PKH

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:19

Setop Alfamart dan Indomaret Demi Bangkitnya Kopdes

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:52

PDIP soal Ambang Batas Parlemen: Idealnya Cukup 5-6 Fraksi di DPR

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:29

BNI Ingatkan Bahaya Modus Phishing Jelang Lebaran

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:25

Selengkapnya