Berita

Terminal peti kemas Koja/Net

Nusantara

Ketua Koperasi TKBM Priok Akan Gugat GM TPK Koja

SABTU, 13 JULI 2019 | 02:59 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

General Manager (GM) Kerja Sama Operasi (KSO) Terminal Peti Kemas Koja, Ade Hartono dituding membohongi para tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang bekerja di terminal peti kemas tersebut.

Ketua Koperasi Karya Sejahtera Tenaga Kerja Bongkar Muat (KSTKBM) Pelabuhan Tanjung Priok, H. Suparman menyebut tudingan tersebut berawal dari sikap TPK Koja yang mengabaikan sejumlah kesepakatan pascaperampingan jumlah anggota regu (regroupping) TKBM tahun 2018 lalu.

Sebelumnya, jumlah anggota regu TKBM di TPK Koja yang semula 12 orang dirampingkan menjadi 8 orang.


“Bagi TKBM, perampingan ini punya konsekuensi berkurangnya pendapatan,” tutur H. Suparman kepada para awak media di Kantor Koperasi KSTKBM Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (11/7).

Meski demikian, imbuhnya, saat itu pihak koperasi tetap menyosialisasikan mengenai rencana perampingan jumlah anggota regu tersebut. Dari hasil sosialisasi, para TKBM meminta agar koperasi memperjuangkan dana benefit sebagai kompensasi atas perampingan jumlah anggota regu.

Sejumlah rapat pun digelar antara kedua belah pihak, yakni Koperasi TKBM dengan Manajemen KSO TPK Koja untuk menindaklanjuti rencana tersebut. Hingga akhirnya Koperasi KSTKBM menyetujui perampingan jumlah anggota regu TKBM.

Begitu juga dengan manajemen KSO TPK Koja yang juga menyepakati sejumlah kompensasi antara lain pembayaran dana HIK atas lembur yang dilakukan oleh TKBM di terminal peti kemas tersebut.

HIK merupakan komponen asuransi, kesejahteraan, dan administrasi koperasi yang wajib dibayarkan pengguna jasa TKBM setiap kali kegiatan bongkar muat di pelabuhan. Di TPK Koja, jumlah TKBM yang bekerja sebanyak 144 orang.

“Meski sudah sepakat, sampai saat ini TPK Koja masih belum juga membayar dana HIK untuk TKBM yang lembur. Dari hitungan kami jumlahnya sudah lebih dari Rp 300 juta,” cetus H. Suparman.

Atas kejadian tersebut, para pekerja TKBM menganggap manajemen TPK Koja tengah sengaja melakukan pembohongan. Tak sampai di situ, Koperasi KSTKBM juga akan menggugat GM TPK Koja ke pihak berwenang. Koperasi TKBM pun meminta pemerintah untuk meninjau ulang kerja sama PT Pelindo II dengan Hutchison Port Holdings (HPH).

“Kami masih berharap itikad baik dari manajemen KSO TPK Koja. Apalagi kami juga masih berupaya mengendalikan TKBM yang mengancam akan kembali ke pola 12 orang per regu,” pungkas H. Suparman.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya