Berita

FGD Fraksi Nasdem/Net

Politik

Rekrutmen Hakim MK Jadi Sorotan Fraksi Nasdem

KAMIS, 11 JULI 2019 | 00:26 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di DPR melakukan pengkajian untuk melakukan penggantian UU 8/2011 tentang Mahkamah Konstitusi (MK).

Wakil Ketua Fraksi Nasdem, Zulfan Lindan menyebut urgensi penggantian UU MK ini juga tengah digodok Komisi III DPR.

“Komisi III DPR RI telah melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk meminta masukan para pakar," ujarnya dalam Focus Group Discussion (FGD) Fraksi Partai Nasdem di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (10/7).


"Rapat kerja atau raker dengan pemerintah dalam rangka penyampaian keterangan presiden atas RUU MK juga sudah dilakukan pada Mei lalu,” imbuh anggota Komisi VII DPR ini.

Zulfan menyebutkan ada beberapa isu krusial mengenai MK yang menjadi sorotan Fraksi Nasdem. Di antaranya, rekrutmen hakim, masa jabatan hakim, kekuasaan kehakiman, dan putusan MK.

Kesepahaman yang sama juga diungkapkan Ketua MK periode 2003-2008, Jimly Asshiddiqie.

Jimly, yang diundang menjadi pembicara dalam FGD tersebut mengatakan bahwa usulan daftar invetarisir masalah (DIM) yang dilakukan Fraksi NasDem sudah tepat.

“Masalah rekrutmen hakim ini sudah tepat sekali. Perlu dipertimbangkan apakah harus ditambah seperti di negara-negara lain, tapi yang jelas tidak mungkin dikurangi,” jelas senator DKI terpilih itu.

Dikatakan Jimly, keberadaan sembilan hakim di negara kita adalah sembilan tiang konstitusi yang berarti juga sembilan jalan mazhab pikiran keadilan.

"Keberadaan jumlah hakim sebanyak itu menunjukkan bahwa keadilan tidak boleh tunggal, tetapi maksimal ada sembilan keadilan pikiran keadilan," katanya.

Sehingga, kata Anggota DPD RI terpilih ini, pengangkatan hakim MK itu harus diperjelas apakah merepresentasikan “dipilih oleh” atau “dipilih dari”.

“Saya pengalaman dulu menyampaikan hal ini ke DPR. Tetapi, suasana yang saya rasakan waktu itu, saya malah dicurigai seperti ingin menjegal sesuatu," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya