Berita

Habib Rizieq Shihab/NET

Politik

Dubes Agus: Habib Rizieq Tak Bisa Pulang Karena Terlilit Denda Ratusan Juta Rupiah Di Arab Saudi

RABU, 10 JULI 2019 | 20:46 WIB | LAPORAN:

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menyatakan, sebenarnya problem mendasar mengapa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) belum bisa pulang ke Indonesia karena terlilit aturan overstay yang berlaku di Arab Saudi.

Ia juga menegaskan, Kedutaan tidak pernah menghalangi Rizieq Shihab pulang ke tanah air. Sebaliknya, KBRI justru senantiasa membantu WNI yang mengalami kesulitan.

"Status beliau ini, Al Habib Muhammad Rizieq Shihab ini overstay," jelas Agus dalam tayangan di TV One, Rabu (10/7).


Menurutnya, pemerintah tidak akan tutup mata dengan kondisi Rizieq yang overstay. Meski dia mengatakan, problem overstay adalah problem yang biasa terjadi, bukan masalah besar.

Dubes Agus mengatakan, bila memang ada keinginan dari Rizieq untuk keluar dari Arab Saudi. Rizieq diwajibkan membayar denda karena singgah di Arab Saudi melebih izin masa tinggal atau overstay sejak 21 Juli 2018.

Nominal yang harus dibayar yakni Rp 110 juta per orang atau sekitar Rp 550 juta bila ditambah 4 anggota keluarga Rizieq yang juga berada di sana.

Meski bisa pulang dengan membayar dendan, Agus menyatakan, pihaknya tidak dapat membayarkan denda yang harus ditanggung Rizieq. Alasannya, KBRI tidak memiliki tradisi menempuh langkah tersebut.

Jika bantuan pembayaran denda diberikan kepada Rizieq, Agus khawatir WNI lain pun bisa saja meminta hal serupa. Jika demikian, anggaran KBRI bisa habis hanya untuk membayarkan denda overstay WNI.

"Kalau visa habis saya kira Habib Rizieq sudah komunikasi dengan kawan-kawan beliau di Jakarta untuk meng-handle itu. Saya kira Rp600 juta angka kecil lah. Cuma kalau kami harus bayar, kami tidak punya tradisi itu," kata Agus.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya