Berita

Jaya Suprana

Satu Bahasa, Bahasa Indonesa

RABU, 10 JULI 2019 | 09:07 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PADA forum pertemuan antar bangsa, presiden Indonesia, Soeharto, senantiasa berbicara dalam bahasa Indonesia yang dialih-bahasakan ke dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya oleh seorang penerjemah kepresidenan.

Para bukan pendukung Pak Harto serta pemuja bahasa Inggris menafsirkan adegan Pak Harto berbahasa Indonesia di forum internasional  itu sebagai indikasi ketidak-mampuan berbahasa Inggris.

Semula saya juga berpendapat seperti itu sampai setelah lebih cermat berupaya mengamati sikap berbahasa para kepala negara lain-lainnya dalam forum pertemuan antar bangsa di planet bumi ini.


Kedaulatan

Ternyata pada lazimnya, para kepala negara yang menggunakan bahasa Inggris pada pertemuan internasional terbatas pada Amerika Serikat dan Inggris beserta para anggota persekemakmuran Britania Raya.

Para kepala negara tidak berbahasa nasional Inggris seperti Rusia, China, Jepang apalagi Prancis (kecuali yang ingin pamer kemampuan berbahasa Inggris) pada forum pertemuan internasional senantiasa menggunakan penerjemah agar masing-masing kepala negara berkesempatan menggunakan bahasa bangsa, negara dan rakyat mereka sendiri sebagai upaya menegakkan kedaulatan bahasa nasional masing-masing.

Prancis punya menteri yang bertanggung-jawab atas kedaulatan bahasa Prancis.

Di Jakarta saya pernah memperoleh kehormatan makan malam bersama Lech Wallesa. Ternyata sang penerima anugrah Nobel yang kemudian sempat menjadi presiden Polandia tetap menggunakan bahasa Polandia yang diterjemahkan oleh seorang penerjemah ke dalam bahasa Inggris agar saya nengerti apa yang beliau ucapkan.

Ketika saya berjumpa dengan Helmut Schmidt , sang kanselir Jerman yang menggantikan Willy Brandt itu nyerocos dalam bahasa Jerman.

Sumpah Pemuda

Andaikata kita melakukan kilas balik sejarah tentang apa yang terjadi pada bulan Oktober 1928 , maka kita tersadar bahwa para pemuda dari segenap penjuru Nusantara berkumpul di Jakarta (pada masa itu masih bernama Batavia) mengikrarkan Soempah Pemoeda yang ditulis dengan ejaan van Ophuysen:

Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Andaikata kita adalah warga bangsa Indonesia yang  bangga atas bahasa nasional kita sendiri maka pada pertemuan antar bangsa , sewajibnya kita  menjunjung tinggi harkat dan martabat jati diri serta bahasa nasional bangsa kita sendiri sesuai keluhuran gelora semangat yang terkandung di dalam Sumpah Pemuda yaitu Satu Bahasa , Bahasa Indonesia. MERDEKA!

Penulis adalah penggagas Gerakan Kebanggaan Nasional.


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya