Berita

Mardani Ali Sera/Net

Politik

PKS: Secara Logika Dan Etika, Partai Pendukung 02 Harus Oposisi

RABU, 10 JULI 2019 | 03:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ada sebuah nilai yang diperjuangkan dalam setiap pertarungan politik. Di mana, petarung wajib menjaga kredibilitasnya pada nilai-nilai tersebut.

Begitu tegas Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera saat berbicara di Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (9/7) malam.

Atas alasan itu, dia menilai bahwa sepatutnya partai-partai pendukung pasangan 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berada di luar lingkaran koalisi Jokowi-Maruf Amin untuk lima tahun mendatang.


“Secara etika dan logikanya, kita mengambil posisi tidak di dalam pemerintahan atau oposisi,” tegasnya.

Selain menjaga nilai perjuangan, juga untuk memastikan proses check and balances di iklim demokrasi tetap terjadi.

Meski demikian, Mardani mengakui bahwa semua partai pendukung 02 belum menentukan sikap, termasuk PKS. Ada mekanisme masing-masing dalam menentukan posisi lima tahun mendatang.

Di PKS, keputusan itu harus diambil melalui forum musyawarah majelis syuro.

“Tetapi aspirasi konstituen PKS, termasuk saya pribadi, ingin konsisten di oposisi. Belakangan saya menggagas hashtag, #KamiOposisi,” tegasnya.

“Di luar maupun di dalam merupakan bagian kecintaan pada negeri ini,” pungkas Mardani.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya