Berita

Zwelivelile Mandela/Net

Global

Cucu Nelson Mandela: Israel Melanggengkan Apartheid Di Palestina

MINGGU, 07 JULI 2019 | 22:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Israel tidak ubahnya seperti negara apartheid yang melakukan diskriminasi secara terus menerus terhadap warga Palestina.

Begitu kecaman yang dilontarkan dari mulut cucu pahlawan anti-apartheid Afrika Selatan, Nelson Mandela, yakni Zwelivelile Mandela dalam acara Palestine Expo akhir pekan ini. Acara itu adalah kegiatab tahunan di London yang bertujuan memamerkan sejarah, warisan dan budaya Palestina.

Kecaman itu merupakan ekspresi solidaritas antara Afrika Selatan dan Palestina.


Zwelivelile Mandela yang juga merupakan seorang anggota parlemen dari Kongres Nasional Afrika (ANC) yang berkuasa di Afrika Selatan itu mengatakan, Hukum Negara-Bangsa yang disahkan pada tahun 2018 menyatakan Israel sebagai tanah air bersejarah bagi orang-orang Yahudi.

"(Hal ini) menegaskan apa yang selama ini kita ketahui sebagai karakter dan realitas sejati Israel. Israel adalah negara apartheid," ujarnya.

Dia juga menguraikan apa yang dia maksud sebagai apartheid bagi warga kulit hitam Afrika Selatan, yakni tindakan diskriminasi hingga pengambilalihan tanah dan serangan terhadap martabat.

"Semua karakteristik ini ada di Israel apartheid sejak awal tetapi sekarang telah dikodifikasi dan diberi status konstitusional dan ekspresi oleh Hukum Negara-Bangsa," jelas Zwelivelile Mandela.

"Apartheid Israel melanggengkan diskriminasi menurut undang-undang melalui definisi hukum sebagai negara Yahudi, dengan melakukan hal itu menjadikan non-Yahudi sebagai warga negara kelas dua, secara bergantian sebagai orang asing di negeri kelahiran mereka," tegasnya, seperti dimuat Al Jazeera (Minggu, 7/7).

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya