Berita

Jaya Suprana

Kenisbian Baik Dan Buruk

MINGGU, 07 JULI 2019 | 08:11 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

ADA sesuatu yang menarik pada sidang Mahkamah Konstitusi tentang Pilpres 2019 yaitu para pendukung paslon 01 menghujat tim hukum 02 sebagai Sengkuni. Namun tidak kalah menarik adalah ternyata para pendukung paslon 02 menghujat tim hukum 01 juga sama sebagai Sengkuni. Tampaknya kedua belah pihak memang sepakat dalam menghayati wiracarita Mahabharata versi Wayang Purwa yang memerankan Sengkuni sebagai tokoh jahat.

Hikayat Kemelut Politik

Adalah mahaguru Islam dan kebangsaan saya, Gus Dur yang menyadarkan saya bahwa sebenarnya Sengkuni bukan tokoh jahat atau baik namun sekadar seorang tokoh yang berpihak ke kepentingan Kurawa, sama halnya dengan Kresna yang berpihak ke kepentingan Pandawa. Di dalam hikayat politik Mahabharata versi India mahakarya Vyasa tersurat kisah keluarga besar Bharata yang terdiri dari 100 Kurawa, putra Drestarata dan lima Pandawa putra Pandu yang terlibat ke dalam kemelut politik perebutan takhta kerajaan Hastinapura. Kemelut perseteruan antara sesama cucu raja Sentanu terus menerus memuncak sehingga akhirnya meledak sebagai sebuah perang saudara dahsyat yang disebut sebagai Bharatayudha di medan pertempuran Kurusetra.


Wantimraj

Masing masing pihak keluarga besar Bharata yang sedang berseteru memiliki Wantimraj (Dewan Pertimbangan Raja). Wantimraj Kurawa diketuai Sengkuni sementara Wantimraj Pandawa diketuai Kresna. Maka Kurawa dan para pendukungnya sangat benci Kresna
yang dianggap penjilat dan penghasut Pandawa. Sebaliknya Pandawa dan para pendukung sangat benci Sengkuni yang dianggap penjilat dan penghasut Kurawa.

Kepentingan

Di dalam Mahabharata versi India, tidak ada kejelasan yang tegas membedakan antara yang baik dengan yang jahat pada Kurawa dan Pandawa. Kedua pihak sama-sama dianggap baik maupun jahat akibat hanya dianggap sama-sama membela dan memperjuangkan kepentingan masing-masing. Namun di dalam kisah Wayang Purwa versi Jawa, memang lebih jelas kepro-kontraannya. Pandawa diposisikan sebagai pihak yang baik sementara Kurawa diposisikan sebagai pihak yang jahat. Meski pada kenyataan kedua belah pihak sebenarnya sekadar membela dan memperjuangan kepentingan masing-masing untuk duduk di atas singgasana Hastinapura.

Maka dengan sendirinya di dalam kisah Wayang Purwa, Kresna yang kebetulan berada di pihak Pandawa beruntung diperankan sebagai tokoh baik sementara Sengkuni yang kebetulan berada di pihak Kurawa terpaksa harus ikhlas naas diperankan sebagai tokoh jahat. Meski sebenarnya Kresna dan Sengkuni sekadar hanya membela dan memperjuangkan kepentingan tim sukses masing-masing.

Wayang Kulit

Pada pergelaran Wayang Kulit, di depan layar tampak Kurawa menghadap ke kanan dan Pandawa ke kiri. Namun dari balik layar langsung tampak Kurawa menghadap ke kiri dan Pandawa ke kanan. Kenisbian arah tergantung tampakan dari depan atau belakang layar pergelaran Wayang Kulit pada hakikatnya memiliki makna falsafah sangat mendalam. Sebuah falsafah Wayang Purwa yang arif mengungkap kenisbian makna dan nilai baik dan buruk di dalam kehidupan yang sepenuhnya tergantung pada dimensi dari sisi mana dan siapa yang memandang dan menafsirkan.

Penulis adalah pembelajar falsafah Wayang Purwa

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya