Berita

Politisi Partai Demokrat Andi Arief/Net

Politik

Andi Arief: Pak Arsul Sani, Anda Gagal Berargumentasi Atau Pintu Maaf Tidak Terbuka?

SABTU, 06 JULI 2019 | 07:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Politisi Partai Demokrat Andi Arief menyayangkan sikap politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani yang terkesan berlebihan menanggapi cuitan akun Zara Zettira yang disebut menghina pesantren.

Atas kekhilapan atau kesalahan seseorang, harusnya dimaafkan dan diluruskan, tidak ujuk-ujuk melapor ke polisi.

"Pak @arsul_sani, mohon jangan gunakan sumbu pendek. Kalau anda merasa tidak berkenan ada caranya, maafkan atau jelaskan bahwa itu tidak benar. Orang yang melapor ke polisi itu karena gagal berargumentasi, sebagian gak terbuka pintu maaf. Anda yang mana?" kata dia di akun @AndiArief__, Sabtu (6/7).


Sebelumnya, Andi Arief meminta maaf kepada pimpinan pesantren dan kaum santri atas twitan kader Partai Demokrat Zara Zettira yang dinilai menghina pesantren.

"Saya harus membela @zarazettirazr meskipun dia sendiri sedang marah pada Partai Demokrat karena AHY bertemu Pak Jokowi. Cara membelanya dengan meminta maaf pada semua santri dan pesantren yang pasti tidak nyaman dengan twitnya. Semoga dimaafkan, memaafkan itu hal baik," ucap Andi.

Kemarin, anggota Komisi III DPR dari Fraksi PPP Arsul Sani meminta Direktorat Kejahatan Siber Bareskrim Polri mengusut akun Twitter @zarazettira atas twitannya yang disebut menghina pesantren.

Arsul menyebut akun Zara Zettira memang kerap menyinggung pihak lain. Bahkan, dia menilai banyak cuitan Zara Zettira yang berbau penghinaan.

Akun Zara Zettira sebelumnya menuliskan kalimat yang disebut menghina pesantren. Dia me-retweet berita tentang skandal bertubi-tubi di Kementerian Agama dengan koemntar, "Tradisi Pesantren jangan dibawa ke Kementrian, camkan!" cuitnya, Jumat (5/7).

Pada hari yang sama, setelah cuitan itu heboh dan viral tagar #ZarazettiraHinaPesantren, akun @zarzettirazr tidak bisa lagi diakses. Namun tangkapan layar status itu sudah kadung viral.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya