Jokowi berfoto bersama tim hukum/Net
Tim Hukum Pasangan Joko Widodo-Maruf Amin mendatangi Istana Bogor pada Senin (1/7) lalu. Kapasitas Jokowi dalam pertemuan ini adalah sebagai prinsipal atau klien yang sudah mempercayakan kasus yang dihadapi kepada tim hukum pimpinan Yusril Ihza Mahendra.
Pertemuan dimulai dengan pemaparan pengantar dari Yusril. Kemudian dilanjut dengan penyerahan bundel putusan MK atas sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 kepada Jokowi. Penyerahan dilakukan langsung oleh Sekretaris Tim Hukum yang juga Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN), Irvan Pulungan.
â€Selamat malam Pak Jokowi. Malam ini, kami menyampaikan bahwa kami telah menunaikan tugas dengan baik, memenangkan perkara bapak. Sekarang kami akan menyampaikan salinan keputusan. Mohon diterima dengan ikhlas," ujar Irvan Pulungan saat menyerahkan bundel putusuan MK tersebut.
Sementara Jokowi merespon dengan pujian untuk tim. Dia menyebut Yusril dan kawan-kawan sebagai tim yang hebat, solid, dan tangguh.
Jokowi yang mengaku mengikuti dengan seksama seluruh proses persidangan di MK, sudah memiliki keyakinan tinggi tim akan menang di MK. Apalagi bukti-bukti yang Tim Hukum 01 ajukan dinilai akurat dan didukung oleh dalil-dalil yang tepat serta menampilkan saksi dan ahli yang mantap.
"Itulah sebabnya selama persidangan berlangsung saya dengan tenang tetap menjalankan tugas kenegaraan seperti biasa dan juga termasuk dinas keluar negeri seperti Korea dan Jepang," ujar Jokowi.
"Sekali lagi saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada tim yang telah memenangkan perkara ini ujar Jokowi," tegasnya.
Pertemuan formal memang sebatas itu. Tapi bagi anggota tim hukum, yang juga Wadir Hukum dan Advokasi TKN, Hermawi Taslim pertemuan tersebut menyisakan kesan yang mendalam.
Hermawi mengaku bukan sekali ini bertemu dengan Jokowi. Dia sudah sering ke Istana, baik itu sebagai DPP Partai Nasdem, maupun sebagai pimpinan salah satu alumni kelompok Cipayung.
Namun dalam pertemuan bersama tim hukum tersebut, Hermawi mengaku tabir Jokowi sebagai pribadi terbuka lebar. Sebab, mantan walikota Solo itu memposisikan diri sebagai pribadi, bukan orang nomor satu di Indonesia.
Salah satunya ditunjukkan saat santap malam dimulai. Jokowi tampak sibuk berkeliling meja para tamunya. Dia melihat satu per satu isi piring dari tim hukumnya. Tujuannya, untuk memastikan tidak ada satupun yang hadir di situ luput mencicipi santapan yang dihidangkan.
"Tiba-tiba beliau bersuara agak keras. "Sop, sop. Itu sop buntutnya tambah. Sini saya ambilkan"," ujar wasekjen Partai Nasdem itu menirukan apa yang diucap Jokowi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/7).
Tidak sampai di situ. Saat pertemuan usai, Jokowi juga tampak mengantarkan tim hukum ke luar gedung Istana Bogor. Tak lupa, mantan gubernur DKI Jakarta itu turut melayani foto bersama tim.
"
Happy ending story," kenang Hermawi Taslim.