Berita

Prabowo Subianto/Net

Publika

Metode Perjuangan

SELASA, 02 JULI 2019 | 10:43 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

JEPANG masuk. Rakyat Jawa menilai itu realisasi ramalan Jayabaya. Hanya seminggu, Belanda digebuk dan nyerah.

Tanggal 17 Maret 1942 Kolonel Fujiyama menemui Sukarno di Bukittinggi. Rapat Sukarno, Hatta, Sjahrir segera dilakukan. Temanya soal "Metode Perjuangan".

Sjahrir menempuh metode Perlawanan Bawah Tanah. Tetap Anti Jepang. Tapi diem-diem. Underground. Jepang nyata lebih kuat dari Belanda.


Sukarno-Hatta milih format "koperatif". Menurut Hatta, karena "Force Majeure" alias terpaksa.

Sukarno melihat "koperatif" sebagai pilihan paling rasional karena musuh utama adalah kapitalisme barat, bisa leluasa membangkitkan kesadaran rakyat dan mempersiapkan Angkatan Perang PETA-PUTERA.

Faksi PKI dan Murba cibir Sukarno-Hatta. Karena memang mereka bukan pendukung Sukarno-Hatta. Mereka punya agenda sendiri. Tan Malaka ingin gantikan Sukarno sebagai "Pemimpin Besar Revolusi" atau Presiden.

Tujuh dekade pasca "Koperatif Sukarno", Pilpres 2019 digelar.

Prabowo-Sandi jadi "Kuda Tunggang" banyak faksi Anti Jokowi. Kemiskinan rakyat adalah sebab utama Prabowo-Sandi ikut kontestasi pilpres. Mereka ingin perbaiki Indonesia.

Dana besar, tenaga, waktu dikeluarkan Paslon Prabowo-Sandi. Mereka all out bela rakyat.

Bulan Ramadhan, KPU umumkan Jokowi-Maruf menang. Ketegangan naik.

Pro Prabowo-Sandi turun aksi . Ditunggangi Poros 3; anti Jokowi dan nggak pro Prabowo. Kerusuhan dua hari. Ratusan orang ditangkap.

Pak Prabowo pasang badan. Jamin penangguhan penahanan pengikutnya. Poros 3 mulai tanggalkan topeng.

Keputusan MK menyudahi pertarungan pilpres. Poros 3 mencari kuda tunggangan baru. Mereka menilai Prabowo-Sandi tidak bisa dipake lagi.

Tetapi mereka ngga punya massa. Karena itu, massa 02 harus direbut. Taktiknya delegitimasi Prabowo-Sandi. Supaya keduanya tidak dipercaya dan dibenci. Segala fitnah, ancaman, rasionalisasi dan bualan sok idealis dirilis.

Jubir Andre Rosiade dicaci-maki karena ngetwit seputar silaturahmi. Pengacara paling ganteng Habiburokhman dinyinyirin karena ditugasi datang ke KPU dan cium tangan Kiai Maruf Amin.

Poros 3 inginnya perang terus. Padahal mengeluarkan seorang tahanan dari Penjara Polda saja nggak sanggup.

Mereka inginnya menumbangkan Jokowi dengan cara apapun. Sandiaga diarah-arahkan supaya terus merilis perlawanan. Giliran diserang balik, mereka lepas tangan dan membiarkan Sandiaga jadi martir.

Poros ini bicara seenak dewek. Gombalnya maximal. Sok idealis. Padahal punya mimpi jadi duta besar, staf khusus, komisaris, bila Prabowo-Sandi menang.

Giliran kalah, mereka sok tau. Rilis arahan supaya Prabowo-Sandi begini dan begitu. Bersikap seolah-olah lebih paham hitam putihnya politik daripada Prabowo, Sandi, dan para pimpinan partai yang kerap mereka tuding bagi-bagi kursi.

Revolution is not a dinner party. Revolusi bukan perjudian. Kalkulasinya mesti pasti. Revolusi bukan meja rolet di kasino.

Para petualangan Poros 3 tidak memahami teori gerakan. Otak mereka penuh libido kekuasaan dan kursi empuk.

Padahal ketimpangan ekonomi adalah musuh utama dan kesejahteraan rakyat adalah leitmotif perjuangan Prabowo-Sandi. Metode Perjuangan tidak pernah menjadi tujuan.

Penulis adalah anggota Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya