Berita

Huawei/Net

Global

Sanksi AS Tidak Ganggu Bisnis Jaringan 5G Huawei

KAMIS, 27 JUNI 2019 | 07:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Raksasa telekomunikasi China, Huawei sejauh ini tidak terganggu dengan sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat. Buktinya, pengembangan bisnis jaringan 5G Huawei berjalan dengan baik.

"Saya dapat dengan jelas memberi tahu semua orang di sini bahwa solusi teknologi 5G kami saat ini sama sekali tidak terpengaruh oleh sanksi," kata wakil ketua Huawei, Ken Hu, selama konferensi pers di Mobile World Congress di Shanghai (Rabu, 26/6).

"Untuk kontrak yang telah kami tandatangani dan kontrak yang akan kami tandatangani di masa depan, kami dapat sepenuhnya menjamin pasokan ke pelanggan kami," sambungnya, seperti dimuat Channel News Asia.


Pihak Huawei sebelumnya mengatakan telah menandatangani 50 kontrak komersial untuk jaringan 5G dengan mayoritas klien Eropa dan akan terus meningkatkan investasi dalam jaringan nirkabel generasi mendatang.

Huawei sebelumnya mendapat ganjalan dari Amerika Serikat di mana Presiden Donald Trump mendesak negara-negara lain, termasuk Eropa, untuk melarang peralatan Huawei dari jaringan mereka, dengan mengutip alasan keamanan nasional. Namun banyak negara Eropa mengabaikan hal erse ut dan memilih untuk melanjutkan kontrak dengan Huawei.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya