Berita

Kunjungan delegasi RNPS/RMOL

Nusantara

LSM Belanda Apresiasi Program Pembinaan Di Lapas Narkotika Cipinang

SELASA, 25 JUNI 2019 | 17:36 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Belanda, The Reclassering Netherland Probation Service (RNPS) mengapresiasi berbagai program pembinaan kepribadian dan kemandirian narapidana di Lapas Narkotika Kelas II Cipinang.

Pimpinan delegasi RNPS Ann Marie Bruist mengaku terpesona dengan berbagai program pembinaan kepribadian dan kemandirian yang dilakukan Lapas tersebut. RNPS adalah LSM yang melakukan pendampingan dan monitoring sebagai pekerja sosial di Lapas dan bekerja sama dengan Universitas Saxion di kota Apeldoorn.

“Kami ingin belajar satu sama lain di Lapas Narkotika Cipinang," terang Ann Marie Bruist, yang juga chairman The Center for Internasional Legal Corporation (ILC) itu saat mengunjungi Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta, Selasa (25/6).


Wanita yang orangtuanya lahir di Indonesia itu mengaku pernah datang ke Indonesia 30 tahun lalu. Kunjungannya ke Lapas Narkotika Cipinang dalam rangka studi program pembinaan bagi narapidana. 

“Kami institusi independen. Program ini dibiayai Departemen Luar Negeri dan Departemen Keamanan dan Keadilan Belanda,” terang dia.
 
Sementara Kepala Lapas Narkotika Cipinang Asep Sutandar, mengatakan, fokus pembinaan kepribadian pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ditekankan pada peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan untuk seluruh warga binaan yang Muslim, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Khonghuchu.
 
"Buat yang muslim ada belajar Al Quran, belajar berdakwah, bahkan pelatihan tata cara pemulasaraan jenazah. Demikian pula bagi pemeluk agama lain, kami bina kualitas keyakinannya melalui kerja sama dengan berbagai yayasan keagamaan yang ada,” terang Asep di sela kunjungan delegasi RNPS.
 
Asep menambahkan, Lapas Narkotika Cipinang juga menyediakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk memfasilitasi warga binaan yang terkendala pendidikannya.

“Masih banyak WBP yang belum lulus SD, SMP, apalagi SMA. Melalui PKBM mereka bisa mengikuti kegiatan belajar kesetaraan Paket A, B, dan Paket C," kata Kalapas.  

Lapas Narkotika Cipinang juga menggandeng Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang memungkinkan akreditasi PKBM meningkat dari B menjadi A dan diakui di tingkat nasional.  

Tak hanya itu, Lapas Narkotika secara mandiri mulai mengadakan ujian nasional berbasis komputer untuk kejar Paket C bersama peserta dari luar lapas.

"Alhamdulillah untuk tahun 2019 ini 26 warga binaan kami lulus ujian Kejar Paket C setara SMA," ujar Asep.

Terkait program rehabilitasi sosial dan rehabilitasi medis, Lapas juga memberikan rehabilitasi medis terhadap warga binaan yang memerlukan. “Kami bekerjasama dengan Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN)," kata dia.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Sri Puguh Budi Utami mengatakan, dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba di Lapas, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri.

“Harus terus berkoordinasi yang baik minimal dengan Polri dan BNN. Dukungan dari masyarakat juga harus ada,” kata Utami.
 
Menurut Utami, ada empat komponen yang harus dibenahi secara simultan terkait pembenahan lembaga pemasyarakatan (lapas) yaitu, regulasi, revolusi mental SDM, kelembagaan, dan infrastruktur. Dari keempatnya yang paling menjadi perhatian adalah pembenahan SDM.

"Yang kami utamakan pada sisi SDM. Penguatan kapasitas melalui revolusi mental, pelatihan, dan monitoring tetap harus dijalankan," kata dia. Menurut Utami, yang juga dibutuhkan adalah penguatan regulasi agar pengguna narkoba direhabilitasi tidak dipenjara.

“Sebab, mereka yang terjerat perkara narko‎ba inilah yang paling banyak menghuni Lapas," ujar Utami.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya