Berita

Sohibul Iman/Net

Politik

Presiden PKS: Lewat Sidang MK, Rakyat Jadi Tahu Ada Rekayasa Tuduhan Radikal

SELASA, 25 JUNI 2019 | 02:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersyukur sengketa Pilpres 2019 diselesaikan melalui mekanisme di Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab, sidang pemeriksan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) telah membuka mata dan hati masyarakat Indonesia.

“Bersyukur bahwa 02 akhirnya maju ke MK sehingga banyak hal terungkap. Ini baik bagi masyarakat karena mereka jadi tahu banyak hal,” tegas Presiden PKS Sohibul Iman dalam akun Twitter pribadinya, Selasa (25/6).

Menurutnya, melalui sidang yang disiarkan secara langsung di televisi itu, masyarakat bisa mendapat gambaran mengenai kualitas penyelenggaraan Pilpres 2019.


Hal itu, sambung Sohibul, tidak akan terjadi jika kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak mengajukan gugatan ke MK.

Sohibul kemudian menguraikan beberapa kesaksian yang disampaikan para saksi selama sidang. Seperti adanya Training of Trainer (ToT) saksi dari pasangan Joko Widodo-Maruf Amin yang disebut mengajarkan kecurangan dan kepala daerah tidak netral.

Selain itu, ada juga pengkondisian isu agar pendukung Prabowo-Sandi disebut sebagai kubu pendukung khilafah.

“Bahwa ternyata ada rekayasa tuduhan radikal, intoleran, dan pro khilafah kepada 02,” ujarnya.

Rakyat, kata Sohibul juga jadi tahu bahwa ada calon wakil presiden yang tidak mau mundur dari jabatan di anak perusahaan BUMN.

“Ada juga calon yang tidak cuti, dan lain-lain. Semua diungkap dan publik jadi tahu. Semoga ada terobosan hukum dalam putusan MK,” tegasnya.

“Bagaimana akhirnya keputusan MK, tentu berharap yang adil bagi semua,” demikian Sohibul.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Pakistan Siap Jadi Tuan Rumah Putaran Baru Perundingan Iran-AS

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:13

Rayakan Persib Juara, Replika Maung Raksasa Bomber Guncang Asia Afrika

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:06

Iran Tempuh Jalur Damai dengan Kekuatan dan Diplomasi Bermartabat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:02

Rudi Hartono: Blackout Sumatera Momentum Evaluasi Jaringan dan Mitigasi

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30

Ekonomi Syariah Harus Perkuat Perlindungan Sosial Masyarakat

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:10

PHE Optimistis Proyek CCS Indonesia-Korsel Buka Peluang Investasi Baru

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:02

Kualitas Konsumsi Jemaah Haji Harus Dijaga Meski Dapur Berjarak 12 Km

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:00

Trump: Kesepakatan Damai Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Segera Dibuka

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:49

Pertamina Trans Kontinental Optimalkan Layanan Maritim Lewat Kerja Sama STS Proyek FAME

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:47

Menkop Sindir Organisasi yang Hanya Sibuk Seremonial

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:30

Selengkapnya