Berita

Remy Silado/Net

Jaya Suprana

Perpetuum Mobile Menulis

MINGGU, 23 JUNI 2019 | 17:11 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEBAGAI seorang yang sedang belajar menulis, saya mengagumi para mahapenulis yang terus-menerus gigih menulis tanpa henti meski menghadapi suasana lingkungan yang sebenarnya sama sekali tidak kondusif untuk menulis.

Maha Penulis


Saya mengagumi para mahapenulis seperti Boethius, Sir Walter Raleigh, Karl May, Jean Genet, Oscar Wilde, Ludwig Wittgenstein, Martin Luther King Jr., Nelson Mandella, Soekarno, Muhammad Hatta, Tan Malaka, Pramoedya Ananta Toer, HAMKA yang tetap menulis tak gentar meski berada di dalam penjara atau di tanah pengasingan.


Saya juga mengagumi Andi Malarangeng yang akibat dilarang menggunakan mesin ketik atau laptop maka diam-diam tetap menulis dengan menggunakan ball-point atau pensil ketika berada di dalam penjara.

Tanpa henti, saya juga kagum terhadap Dahlan Iskan yang meski sudah menjalani operasi buang empedu dan transplantasi hati masih ditambah rongrongan fitnah korupsi akibat alasan politis tetap setia tanpa henti setiap hari menulis naskah kolom.

Tokoh termutakhir yang masuk ke dalam daftar barisan para penulis yang saya kagumi akibat tetap gigih menulis meski berada di dalam kondisi yang tidak kondusif untuk menulis adalah Remy Silado.

Sastrawan

Remy Silado adalah nama seni berdasar notasi angka 23761 bagi Yapi Panda Abdiel Tambayong yang dilahirkan di Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Juli 1945.
Remy Silado mengawali karier menulis sebagai wartawan majalah Tempo, kemudian redaksi majalah Aktuil, lalu dosen Akademi Sinematografi Bandung, serta ketua Teater  Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung.

Dia produktif menulis kritik, puisi, cerpen, novel,drama, kolom, esai, sajak, roman populer, buku-buku musikologi, dramaturgi, bahasa, dan teologi sejak usia 18 tahun.

Remy terkenal karena sikap berani melawan main-stream melalui pertunjukan-pertunjukan drama yang dipimpinnya. Ia juga salah satu pelopor penulisan Puisi mBeling, bersama Jeihan dan Abdul Hadi WM.

Selain menulis banyak novel, ia juga dikenal piawai melukis, berdrama, dan tahu banyak akan film. Remy pernah dianugerahi hadiah Kusala Sastra Khatulistiwa 2002 untuk novel Kerudung Merah Kirmizi.

Dalam karya-karya fiksinya, sastrawan ini kerap menggali kata-kata lama yang sudah jarang dipakai sambil juga menciptakan kata-kata baru. Hal ini membuat karya sastranya unik dan istimewa, selain kualitas tulisan yang tidak diragukan lagi. Penulisan novelnya didukung riset yang radikal intensif dan komprehensif.

Mahasastrawan ini rajin ke Perpustakaan Nasional untuk membongkar arsip tua, dan menelusuri pasar buku tua.

Bravissimo

Mahakarya tulisan Remy Silado memang mengagumkan. Namun yang makin mengagumkan adalah fakta kenyataan bahwa di masa kini setelah sang mahapenulis polyglot mengalami dua kali serangan stroke kaliber cukup parah meski dalam kondisi ragawi tidak kondusif, dengan bekal perbendaharaan semangat hayat yang masih tersisa di kandung badan tetap menggelora gigih maju tak gentar secara terus-menerus tak kenal henti secara  perpetuum mobile menulis, menulis dan menulis. Bravissimo, Remy Silado!

Penulis sedang belajar menulis 

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya