Berita

Foto: Net

Jaya Suprana

Ganesha

MINGGU, 23 JUNI 2019 | 08:40 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KETIKA berada di Mumbai, India, kebetulan kami berkesempatan menyaksikan  penyelenggaraan Festival Ganesha.

Seluruh penjuru kota Mumbai mulai dari lobi hotel termewah sampai lorong kampung terkumuh semarak gemerlap berhias diri dengan patung serta aksesori dengan bentuk dewa berkepala gajah dan berperut buncit itu. Bahkan ada pasar khusus menjual pernak-pernik berwujud Ganesha.

Di India, Ganesha sangat popular akibat dipuja rangkap sebagai Dewa Pengetahuan, Dewa Kecerdasan, Dewa Pelindung, Dewa Penolak Bencana sekaligus juga Dewa Kebijaksanaan.  


Relief, lukisan dan patung Ganesha banyak ditemukan di  bukan hanya di India namun juga di Nepal, Tibet sampai ke Indonesia. Logo lambang Institut Teknologi Bandung adalah Ganesha.

Nilarudraka


Banyak versi kisah tentang asal usul Ganesha. Di naskah ini saya memilih  versi Wayang Purwa di mana Ganesha disebut sebagai Batara Ganapati.

Alkisah para dewa panik karena Prabu Nilarudraka menyerbu Kahyangan Jonggringsalaka. Batara Guru mengajak Dewi Parwati menyaksikan para dewa mempersiapkan pasukan di alun-alun Kahyangan Jonggringsalaka.

Pada saat melihat gajah yang dikendarai Batara Indra, Dewi Parwati menjerit ngeri. Gajah tersebut bernama Gajah Erawata yang berukuran sangat besar, membuat Dewi Parwati ketakutan dan janin di dalam rahimnya ikut berontak. 

Melihat situasi kurang kondusif itu, Batara Guru menggunakan kesaktiannya untuk membantu sang istri melahirkan sebelum waktunya.  Akhirnya, lahirlah seorang bayi laki-laki berkepala gajah.

Para dewa terheran-heran, namun mereka berharap bayi berwujud aneh inilah yang bisa mengalahkan musuh sesuai ramalan Sanghyang Wenang.

Batara Guru kemudian menyiram putranya yang berkepala gajah itu dengan Tirtamarta Kamandanu. Secara ajaib, bayi berkepala gajah tersebut langsung berubah menjadi dewasa dan diberi nama Batara Ganapati.

Nilarudraka

Di perkemahan pasukan Glugutinatar, Prabu Nilarudraka sedang menyusun rencana penyerbuan bersama Patih Senarudraka. Tiba-tiba mereka mendengar pasukan dewata telah membuka gerbang Kori Selamatangkep dan melakukan serangan balasan dengan dipimpin seorang dewa yang baru lahir bernama Batara Ganapati.

Patih Senarudraka maju menghadapi Batara Ganapati. Begitu berhadap-hadapan, Patih Senarudraka tertawa geli melihat ada seorang dewa berperut buncit dan berkepala gajah. Sungguh ajaib, gara-gara menertawakan wujud Batara Ganapati, seketika seluruh tubuh Patih Senarudraka pun berubah menjadi seekor gajah.

Ia sangat menyesal mengetahui kesaktian Batara Ganapati maka menyatakan tunduk kepadanya. Melihat patihnya berubah menjadi gajah dan menyerah kepada musuh, Prabu Nilarudraka sangat murka maka maju menyerang Batara Ganapati.

Pertempuran sengit pun terjadi. Kedua pihak sama-sama kuat dan sama-sama sakti.

Taring

Prabu Nilarudraka ternyata benar-benar perkasa sehingga tidak ada satu pun senjata yang mampu melukai kulitnya. Akan tetapi, akhirnya Batara Ganapati berhasil mematahkan kedua taring Prabu Nilarudraka dan menusukkannya ke leher raja raksasa tersebut. Begitu tertusuk taringnya sendiri, Prabu Nilarudraka langsung roboh tewas.

Sementara itu, Patih Senarudraka yang kini berwujud gajah menyatakan sumpah setia kepada Batara Guru. Ia mendapatkan nama baru, yaitu Gajah Sena, dan ditugaskan sebagai hewan tunggangan Batara Bayu.  

Batara Guru di Kahyangan Jonggringsalaka bersama para dewa bersuka cita karena musuh telah berhasil dihancurkan.

Kerajaan Glugutinatar milik Prabu Nilarudraka diubah menjadi kahyangan domisili Batara Ganapati.  Sejak itu Batara Ganapati alias Ganesha memperoleh posisi terhormat di antara para dewa di kahyangan.


Penulis adalah pembelajar kebudayaan dunia

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya