Berita

TPKR di depan KPK/Net

Hukum

Diduga Selewengkan Anggaran, KPU Dilaporkan Ke KPK

SABTU, 22 JUNI 2019 | 01:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai Tim Pembela Kedaulatan Rakyat (TPKR) menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (21/6).

Mereka datang untuk melaporkan dugaan penyelewengan anggaran dana Pemilu 2019 yang terjadi di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ketua Tim Investigasi TPKR, Andriyanto mengatakan bahwa pihaknya turut melampirkan sejumlah dokumen dan alat bukti dugaan penyelewengan anggaran dana pemilu 2019 tersebut kepada Pengaduan Masyarakat KPK.


"Bahwa anggaran pemilu berasal dari APBN yang berasal dari pajak yang dipungut oleh negara dari rakyat. Karena itu akuntabilitas penggunaan harus terang benderang dan dipertanggungjawabkan pembuktian penggunaan anggarannya," kata Andriyanto.

Andriyanto menyebut besaran anggaran Pemilu 2019 mencapai angka hampir Rp 11 triliun. Namun jika dilihat rincian penggunaan anggaran tersebut, maka akan terlihat sejumlah kejanggalan. Di antaranya anggaran pengadaan alat komputer untuk kebutuhan IT yang hanya berkisar Rp 35 miliar.

"Selebihnya anggaran tersebut dipergunakan untuk hal apa dan dilakukan tender pengadaannya gimana?" tanya Andriyanto.

Hal senada juga diungkapkan Tim Investigasi TPKR Herman Tohari. Menurutnya, APBN untuk anggaran pemilu yang didapatkan dari pajak rakyat itu masih minim honorarium bagi petugas KPPS.

"Honorarium PPK, PPS dan KPPS serta biaya-biaya pengadaan untuk TPS, pembuktian pembayarannya dilakukan oleh siapa? Dalam bentuk setoran pajak apa dan berjumlah berapa," demikian Herman menambahkan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya