Berita

Aswan Jaya/Dok

Publika

Kerinduan Rakyat Terhadap Listrik Murah

JUMAT, 21 JUNI 2019 | 14:24 WIB

SEBAGAI seorang yang tidak memiliki disiplin ilmu tentang kelistrikan dengan berbagai variannya tentu saya tidak bisa menilai lebih jauh tentang berbagai persoalan kelistrikan di Indonesia.

Namun sebagai konsumen listrik, saya dapat merasakan bahwa membayar tagihan listrik setiap bulannya menjadi persoalan yang cukup membebani.

Saya yakin persoalan ini juga dialami oleh konsumen listrik baik rumah tangga maupun industri. Sehingga kebutuhan terhadap harga listrik yang murah menjadi kerinduan bagi seluruh pengguna listrik.


Kerinduan itu hampir saja tidak menemukan harapan untuk dilepas. Untung  saja saya menemukan sebuah artikel yang ditulis oleh Dahlan Iskan dengan judul Riau Satu yang terbit di salah satu media on-line pada 06 Juni 2019.

"Kalau saja tidak ada unsur korupsinya. Kalau saja niatnya tulus. Saya harus angkat topi. Skema PLTU Riau-1 itu sangat bagus. Baguuuuuuus." Itulah kalimat awal Dahlan Iskan dalam tulisannya untuk merespon kasus suap yang melibatkan Eni Saragih.

Kalimat pembuka sekaligus kesimpulan untuk sebuah kajian yang mendalam dari kasus yang sangat menghebohkan karena melibatkan orang besar dan hebat negeri ini.

Penasaran akan benar tidaknya kesimpulan tersebut, saya pun mendiskusikan langsung kepada tokoh sentral kasus yaitu Eni Saragih. Dan memang sejalan, bahwa skema proyek pembangunan PLTU Riau I bila berjalan dengan baik maka akan menguntungkan semua pihak.

BUMN PLN diuntungkan karena akan punya saham mayoritas (51%) hanya dengan setor uang kontan 10 persen.

Negara mendapat sumber listrik yang murah untuk dibagikan kerakyatan yang memang telah lama merindukan harga listrik yang murah. Hanya 5,6 cent dolar/kWh (Bandingkan solar cell sekitar 12 cent dolar).

Investor atau Pengusaha mendapat proyek dan diuntungkan dengan lakunya tambang Batu Bara di Peranap (Riau).

Eni bersekukuh bahwa projek PLTU Riau I memang tulus dirancang untuk kepentingan negara dan rakyat. Bukan semata-mata bicara tentang sebuah rancangan konspirasi yang hanya menguntungkan sekelompok bokhir saja.  Bahwa projek ini sejalan dengan cita-cita Pemerintahan Jokowi yang juga merindukan listrik murah.

Memang, dalam proses di projek ini terjadi kekhilafan, yang menurut KPK tidak dibenarkan dilakukan oleh para pejabat publik. Akibatnya terjadilah prahara besar yang menginterupsi cita-cita listrik murah.

Diskusi kami (saya dan Eni) berakhir pada sebuah harapan bahwa apapun hasil putusan pengadilan terkait dugaan suap kepada orang-orang hebat dan besar di negara ini tidak diiringi dengan putusan membatalkan projek PLTU Riau I.

Sebab projek tersebut merupakan jawaban dari kerinduan rakyat akan ketersediaan listrik murah.


Aswan Jaya
Direktur Institut Aswaja; Konsultan Komunikasi dan Riset

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya