Berita

Luhut Pangaribuan/Net

Politik

Biar Tidak Mubazir, Saksi Jokowi-Maruf Tak Sebanyak Saksi Prabowo

JUMAT, 21 JUNI 2019 | 05:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

RMOL Kuasa Hukum Palon 01 Jokowi-Maruf hanya akan menghadirkan dua orang Ahli dalam sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 hari ini, (Jumat, 21/6).

Hal itu disampaikan oleh Kuasa Hukum 01, Luhut Pangaribuan kepada wartawan di Gedung MK, Jalan Merdeka Barat, Kamis (20/6) sore.

"Kami sudah bicarakan, Prof. Dr. Edy Hiares dari UGM dan perspektif bicara Tata Negara, Dr Heru karena dia menulis disertasi tentang itu," kata Luhut.


Luhut menambahkan, pihaknya tak memerlukan banyak saksi dalam sidang PHPU Pilpres 2019. Pasalnya, ia menilai banyak saksi yang dihadirkan akan menjadi percuma karena saksi dari Paslon 02 tidak dapat membuktikan gugatannya.

"Untuk memperjelas, walaupun sebenarnya Pemohon tidak bisa membuktikan apa yang disebut Terstruktur Sistematis dan Massif (TSM). Berdasarkan fakta, mungkin saksi tidak akan sebanyak 15 orang, karena tidak ada lagi yang harus dibuktikan, 15 orang akan mubazir dan akan diulang-ulang," ujar Luhut.

Lebih lanjut, Luhut menegaskan pihaknya tetap akan menghadirkan saksi dan ahli pada sidang PHPU Pilpres 2019. Hanya saja, untuk jumlah saksi dan ahli yang akan dihadirkan tidak sebanyak saksi Paslon 02.

"Kami tetap akan hadirkan tapi jumlah tidak besar yang dialokasikan," demikian Luhut.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Polisi seperti Tidak Mampu Tangani Begal

Minggu, 24 Mei 2026 | 06:05

Klub Milik Kaesang Turun Kasta

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:27

Hormati Ritual Haji, Trump Tunda Serang Iran

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:14

Jokowi Tak Pernah Diperiksa APH Meski Namanya Sering Disebut Pejabat Korupsi

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:11

Kritikan Anies ke Prabowo Bagai Oase

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:26

Terkecuali Amerika

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:14

Amien Rais: Jokowi Lapar dan Haus Kekuasaan

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:03

Wamen ESDM Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascablackout di Sumatera

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:38

Publik Diajak Peduli Alam dan Satwa Lewat Kompetisi IAPVC 2026

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:32

Modus Aseng "Menaklukan" Aparat agar Tambang Ilegal Tak Tersentuh Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:01

Selengkapnya