Berita

Hakim MK, Arief Hidayat bersama dengan Hakim Ketua, Anwar Usman/Net

Publika

Duo Arief

KAMIS, 20 JUNI 2019 | 18:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

RAMAI berita mantan Ketua MK, Arief Hidayat yang berdebat panas dengan Ketua Tim Pengacara Pasangan 02 Bambang Wijayanto yang berujung ancaman mengeluarkan BW dari persidangan. Tak gentar BW dengan lantang membela saksi Idham yang direndahkan dengan sebutan "kampung".

Memang semestinya saksi didengar dahulu apa yang disampaikan baru ditanya oleh Hakim hal-hal yang perlu didalami. Bukan sedini mungkin seolah menolak saksi dan kesaksian. Itu jika memang Hakim profesional dan tidak "kampungan".

Menekan saksi tanpa alasan adalah pelanggaran etik. Memang Hakim Arief tidak arif. Ternyata Arief telah dua kali kena sanksi "melanggar etik" oleh Dewan Etik dan pernah didemo staf pula. Profilnya memang tidak bagus.


Guru besar UNDIP mantan aktivis GMNI ini pantas disidang Dewan Etik kembali karena tidak profesional mengemban amanat sebagai Hakim Konstitusi. Tidak ada kesan arifnya sebagai mantan Ketua MK. Ia tak sadar perilakunya ditonton rakyat bahkan dunia internasional. Secara institusi bisa mencemarkan nama MK juga. Karena nila setitik rusak susu sebelanga.

Ia pun harusnya menyadari bahwa yang dihadapi ini kasus serius soal dugaan kecurangan Pemilu yang menentukan nasib bangsa ke depan. Di tengah keraguan obyektivitas MK mestinya dibuktikan dengan kearifan hukum dan hakim. Jangan justru menunjukkan ketidakprofesionalan. Atau membenarkan dalih ketika menolak keberadaan pengawasan Komisi Yudisial (KY) dengan alasan bahwa Hakim MK bukan "Hakim Profesional".

Termohon dan terkait nampak satu "Korps" dalam menghadapi Pemohon Gugatan Pasangan 02. KPU akhirnya menampakkan diri berpihak pada Pasangan 01 sejak dini. Inilah sorotan kecurangan itu. Apapun putusan MK citra atas dasar fakta ini sulit dihapus. KPU memang tak netral. Bukti awal adalah hukuman Bawaslu dan pembangkangan atas hukuman tersebut. KPU penyebab kekisruhan Pemilu. Korban telah berjatuhan hingga menewaskan ratusan orang.

Kebetulan Ketua KPU adalah Arief Budiman. Tapi yaitu nampaknya Pak Arief ini kurang arif juga. Sebagai Ketua gagal membawa Pemilu sukses. Boleh dinilai gagal. Bahkan 25 triliun APBN yang dikeluarkan mesti diaudit demi pertanggungjawaban publik.

Ini semua adalah proses, kita sedang menunggu akhir. Rakyat melihat apakah memang Arief MK itu mendapat hidayah hingga menjadi bagian dari penyelamat bangsa atau sebaliknya. Begitu juga apakah Arief KPU itu menjadi orang budiman yang berprinsip "maju tak gentar membela yang benar" atau ngotot untuk "maju tak gentar membela yang bikin negara buyar".

Rakyat menanti putusan MK dengan berdebar-debar. Khawatir kalah oleh juru bayar. Kita tetap harus sabar.

M Rizal Fadillah

Pemerhati Politik

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya