Berita

Wakil Direktur TKN, Lukman Edy/Net

Politik

TKN Sebut Kesaksian Hairul Anas Soal "Kecurangan Bagian Demokrasi" Palsu

KAMIS, 20 JUNI 2019 | 17:40 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kesaksian Hairul Anas sebagai saksi fakta dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin membuat publik terkejut.

Dalam kesaksiannya, Hairul yang juga caleg Partai Bulan Bintang (PBB) menyebut ada materi TKN Jokowi-Maruf kepada para saksi yang menyebut kecurangan adalah bagian dari demokrasi.

Hal itu diakui saksi disampaikan oleh Wakil Ketua TKN, Moeldoko saat memberikan pelatihan 20-21 Februari 2019 di Hotel El Royale, Jakarta.


Namun demikian, keterangan tersebut dibantah oleh TKN Jokowi-Maruf. Menurut Wakil Direktur TKN, Lukman Edy, Hairul tak pernah mengikuti pelatihan training of trainer (ToT) saksi yang diadakan TKN.

"Dia telah melakukan sumpah palsu dan menyebar kebohongan publik," jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (20/6).

Menurut Lukman, Moeldoko tak pernah mengisi materi di ToT Saksi itu. Terlebih, kata Lukman, terkait penyampaian soal kecurangan bagian dari demokrasi.

"Pak Moeldoko mengisi acara pada saat penutupan dan beliau yang menutup. Sedangkan pembukaan dibuka oleh Erick Thohir," imbuhnya.

Ia mengamini ada materi kecurangan bagian dari demokrasi. Namun hal itu diisi oleh instruktur dari panitia dan direktorat saksi, bukan dari Moeldoko.

"Itupun konteksnya juga soal inventarisasi potensi-potensi kecurangan dalam demokrasi. Kami menginventarisasi kemungkinan kecurangan yang akan dilakukan oleh pihak lawan, sehinga bisa diantisipasi oleh saksi 01," tandasnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Polisi seperti Tidak Mampu Tangani Begal

Minggu, 24 Mei 2026 | 06:05

Klub Milik Kaesang Turun Kasta

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:27

Hormati Ritual Haji, Trump Tunda Serang Iran

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:14

Jokowi Tak Pernah Diperiksa APH Meski Namanya Sering Disebut Pejabat Korupsi

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:11

Kritikan Anies ke Prabowo Bagai Oase

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:26

Terkecuali Amerika

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:14

Amien Rais: Jokowi Lapar dan Haus Kekuasaan

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:03

Wamen ESDM Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascablackout di Sumatera

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:38

Publik Diajak Peduli Alam dan Satwa Lewat Kompetisi IAPVC 2026

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:32

Modus Aseng "Menaklukan" Aparat agar Tambang Ilegal Tak Tersentuh Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:01

Selengkapnya