Berita

Presiden Jokowi bersama milenial/Net

Politik

Pengamat Sebut Milenial Ini Patut Dipertimbangkan Jokowi

RABU, 19 JUNI 2019 | 23:13 WIB | LAPORAN:

Pasca pengumuman hasil Pilpres 2019 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu, Capres Joko Widodo dikabarkan hendak menggandeng SDM muda untuk terlibat dalam pemerintahan mendatang.

Wacana ini pun dinilai positif oleh Pengamat politik dari Universitas Bunda Mulia (UBM), Silvanus Alvin demi regenerasi.

"Pemilihan menteri sepenuhnya hak presiden. Boleh saja memilih menteri dari kalangan anak muda, tapi harus dilihat dulu apakah mereka memang kandidat yang tepat," ujar Silvanus di Jakarta, Rabu (19/6).


Pemilihan kaum muda dinilainya perlu dipilih secara hati-hati karena di periode kepemimpinanya, presiden akan dihadapkan dengan revolusi industri 4.0. Oleh karena, ia menilai kabinet mendatang membutuhkan warna baru serta menteri-menteri dengan kemampuan yang cepat menyesuaikan zaman.

Beberapa nama yang mencuat ke publik dinilai Silvanus mampu mendukung pemerintahan mendatang. Seperti halnya politisi PSI, Tsamara Amany, Ketua Jubir Milenial Jokowi, Muhammad Indraputra; politisi Golkar, Abraham Sridjaja; serta Prananda Paloh politisi Nasdem yang juga Ketua Umum Garda Pemuda Nasdem.

Anak-anak muda tersebut dianggap layak dipertimbangkan masuk ke dalam kabinet milenial. Terlebih mereka juga dianggap sukses bertarung memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019.

"Perlu diperbanyak dan diberi ruang, perlu pula dimentori. Anak muda itu gas, tapi ada yang senior sebagai rem untuk hati-hati. Karena bagaimanapun juga anak muda adalah masa depan Indonesia," tandasnya.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya