Berita

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (purn) Moeldoko/Net

Pertahanan

Moeldoko Setuju Polri Lakukan Patroli Di Grup Whatsapp

SELASA, 18 JUNI 2019 | 19:37 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Patroli siber yang dilakukan aparat kepolisian mendapat lampu hijau dari Istana. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (purn) Moeldoko bahkan setuju patroli siber menyasar ke grup Whatsapp.

"Ya memang harus begitu (patroli siber)," kata Moeldoko di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/6).

Moeldoko mengaku sempat berkoordinasi dengan beberapa kementerian yang digelar di Posko Menkopolhukam. Bersama dengan Panglima TNI, Kapolri, Menkominfo, Jaksa Agung, Mendagri, pihaknya sepakat untuk mengupayakan mengurangi intensitas kegiatan di sosial media yang berpotensi mengancam keamanan negara.


Hal itu dilakukan saat menghadapi kondisi yang ditengarai bisa mengacaukan dan menganggu situasi keamanan nasional.

Saat disinggung soal privasi, mantan Panglima TNI ini menyebut bahwa keamanan negara lebih dipentingkan dibanding privasi.

"Kita memikirkan privasi atau keamanan negara? Kan begitu. Kalau kita berikir untuk keamanan negara, nyawa saja kita berikan apalagi sekadar privasi," jelasnya.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa patroli siber ini bukan sebagai langkah represif negara, melainkan lebih pada memikirkan keamanan negara.

"Keamanna nasional harus diberikan karena itu tanggung jawab presiden, tanggung jawab pemerintah untuk melindungi rakyatnya. Kalau nanti tidak dilindungi karena abai, mengutamakan privasi, maka nanti presiden salah loh," tandasnya.

Pihak Mabes Polri pun meluruskan terkait patroli siber yang dilakukan oleh jajaran Direktorat Siber Bareskrim terhadap aplikasi Whatsapp (WA).

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, Bareskrim tidak langsung masuk ke dalam WA termasuk Whatsapp Grup (WAG) dengan menyadap dalam rangka patroli siber.

"Jadi enggak ada mantau Whatsapp ya," tegas Dedi.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya