Berita

Sunarta/RMOLJatim

Nusantara

Usai Geledah Kantor YKP, Kejaksaan Kantongi Calon Tersangka

SELASA, 18 JUNI 2019 | 12:57 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

. Kasus dugaan korupsi senilai Rp60 triliun di Yayasan Kas Pembangunan (YKP) dan PT YEKAPE Surabaya mulai tersingkap. Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim) sudah mengantongi sosok-sosok calon tersangka.

"Gongnya melalui ekspos dan semua asisten diupayakan hadir. Dari penjelasan tim penyidik yang melakukan ekspos, baru diketahui siapa-siapa saja yang terlibat dan baru diumumkan dengan penetapan tersangka," ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim, Sunarta.

Baca: Risma Mau Tanya Didik


Sunarta mengungkapkan, sebelum menetapkan tersangka, seluruh petinggi korps Adhyaksa akan dimintai pendapat hukum terkait kasus dimaksud.

"Penyidik Pidsus sudah mengantongi gambaran siapa saja calon tersangkanya," ujarnya.

Tak hanya itu, jelas Kajati Jatim, pihaknya juga yakin bila kasus ini murni adanya korupsi.

"Beberapa ahli kami libatkan, termasuk akuntan publik. Kemudian ditemukan beberapa bukti saat dilakukan penyidikan hingga penggeledahan di dua kantor tersebut," terang Sunarta.

Kajati Jatim menerangkan, pihaknya kini sudah meminta BPKP guna merinci lebih jauh.

"Banyak ditemukan SHM (sertifikat hak milik) di atas HPL (hak pengelolaan lahan), kok bisa tumpah tindih seperti itu. Dulunya bagaimana,” ujar Sunarta dilansir Kantor Berita RMOLJatim, Selasa (18/6).

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya