Berita

Yusril Ihza Mahendra/Net

Politik

Yusril: Laporan BPN Ke LPSK Adalah Teror Psikologi Kepada Masyarakat

SENIN, 17 JUNI 2019 | 17:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Langkah kuasa hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang meminta perlindungan saksi kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) ditanggapi tim hukum TKN Jokowi-Maruf.

Ketua tim hukum TKN Jokowi-Maruf, Yusril Ihza Mahendra menilai hal itu justru sebagai tindakan teror kepada masyarakat.

"Kami menganggap justru laporan ke LPSK ini sebagai teror psikologi kepada masyarakat, seolah-olah para saksi yang akan diajukan ke MK diteror dan ditakut-takuti sehingga ujungnya tidak datang ke MK," kata Yusril di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/6).


Atas dasar itu, ia pun mempertanyakan kesiapan BPN dalam menghadirkan saksi persidangan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Apakah mereka ini tidak mampu menghadirkan saksi yang betul-betul dapat memberikan kesaksian di dalam persidangan yang disumpah mengatakan apa yang mereka lihat, dengar, dan tahu tentang satu fakta atau peristiwa yang terjadi?" imbuhnya.

"Nah karena tidak mampu menghadirkan, lalu lantas kami ditakut-takuti, diteror dan sebagainya. Itu bisa terjadi seperti itu," imbuhnya.

Terlepas dari maksud dan tujuan kubu 02 tersebut, ia menegaskan bahwa pihaknya menginginkan persidangan di MK berlangsung jujur dan adil.

"Kami betul-betul menginginkan persidangan ini berlangsung secara fair, jujur, dan adil. Semua pihak yang berperkara dalam sidang ini diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengemukakan apa yang mereka ingin kemukakan," tandasnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya