Berita

Istimewa

Jaya Suprana

Pulau Mansinam

MINGGU, 16 JUNI 2019 | 10:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEMULA saya tidak tahu di mana letak pulau Mansinam. Saya juga semula tidak tahu bahwa di pulau Mansinam terdapat sebuah Tugu Peringatan diapit dua patung tokoh bernama Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler.
Ottow dan Geissler sangat dihormati dan dicintai masyarakat pulau Mansiman sehingga mereka mendirikan sebuah monumen untuk mengenang kedua tokoh tersebut.

MANSINAM

Pulau Mansinam merupakan bagian dari wilayah Papua Barat. Letaknya sekitar 6 Kilometer dari  Manokwari. Kini pulau Mansinam merupakan destinasi wisata religi penting bagi umat Kristen Protestan. Setiap tahun pada tanggal 5 Februari, ribuan orang dari penjuru Papua datang ke tempat ini untuk menyelenggarakan perayaan memperingati kedatangan Ottow dan Geissler.


Dua tokoh berkebangsaan Jerman  ini tiba di Pulau Mansinam dengan membawa misi penyebaran injil. Namun saat itu, suku yang mendiami Pulau Mansinam bersikap tertutup terhadap orang asing yang datang. Ottow dan Geissler tidak menyerah. Mereka terus berjuang untuk menyebarkan agama Kristen kepada Suku Numfor, yakni suku yang pada masa itu mendiami Pulau Mansinam.

PENDIDIKAN

Geissler sempat jatuh sakit hingga harus meninggalkan Pulau Mansinam ke Ternate untuk memulihkan kesehatannya. Sementara, Ottow yang tetap di Pulau Mansinam, mulai melakukan pendekatan dengan masyarakat melalui hubungan dagang. Ia membeli hasil-hasil alam Pulau Mansinam dari penduduk, seperti kerang, teripang ikan, atau pun burung cenderawasih.  Kemudian ia
menjualnya kepada saudagar dari kapal-kapal Belanda. Keuntungan dari penjualan tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup dan mulai membangun sekolah, klinik dan gereja.

Pada tanggal 12 Januari 1856, Geissler kembali ke Tanah Papua, ke Pulau Mansinam. Mereka berdua bahu membahu meneruskan misi membantu masyarakat setempat. Geissler yang memiliki keterampilan sebagai tukang kayu mengajarkan Suku Numfor cara membuat rumah. Sedangkan Ottow memiliki kemampuan menenun yang baik. Kemampuan menenunnya ia sebarkan di Mansinam hingga Suku Numfor mengenal kain tenun sebagai bahan busana. Kini kain tenun Papua sangat digemari para kolektor kain tenun domestik mau pun mancanegara.

MENYEBAR
Keterampilan yang diajarkan Ottow dan Geissler pun menyebar ke Biak, Nabire, Wasior, dan daerah Papua lainnya. Tidak hanya itu, mereka juga mempelajari bahasa lokal suku setempat kemudian menerjemahkan doa-doa ke dalam bahasa lokal tersebut. Dua rasul bagi Papua ini juga mengajarkan suku Numfor di Pulau Mansinam membaca dan menulis. Awalnya mereka sangat sulit untuk sekadar memegang pensil. Namun, kegigihan suku Numfor didukung kesabaran Ottow dan Geissler untuk bisa membaca dan menulis.

Untuk mempermudah sosialisasi ajaran Kristen, Ottow dan Geissler melakukan penerjemahan injil ke dalam bahasa Melayu. Hal ini pun akhirnya menyebar ke daerah Papua lainnya. Perjuangan Ottow dan Geissler yang menjadi cikal bakal masyarakat Papua mengenal ilmu pengetahuan dari luar Papua.

HOLLYWOOD

Tak lama lagi, pulau Mansinam akan tersohor ke seluruh penjuru dunia akibat pada musim panas tahun 2020 telah direncanakan bahwa sebuah film produksi South Hills United Film bekerja sama dengan Asa Daya Mediatama menampilkan tiga mahabintang: Denzel Washington, Dennis Quaid dan Jim Caviezel dengan sutradara Rait Nemhier menggarap naskah tulisan Andrew Shu dengan judul MANSINAM dengan sub-judul The Story of Ottow and Geissler, akan dirilis ke gedung-gedung bioskop di seluruh penjuru dunia termasuk tentu saja Papua.

Dengan seorang mahabintang peraih tiga Golden Globe plus dua Oscar, Denzel Washington didampingi Jim Caveziel yang berperan sebagai Jesus Kristus di dalam film The Passion of The Christ garapan Mel Gibson yang konon segera disusul sekuelnya beserta Dennis Quaid dengan senyuman khasnya maka Insha Allah film MANSINAM akan berjaya menyedot minat masyarakat dunia untuk berduyun-duyun menonton film monumental tentang kehidupan masyarakat Papua ini.

Penulis adalah pembelajar kebudayaan Papua

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya