Berita

Foto: Net

Nusantara

Revitalisasi Citarum Dari Ngutang Bank Dunia, Dewan Pertanyakan Duit Pajak Air PLTA

KAMIS, 13 JUNI 2019 | 12:37 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) memperoleh kucuran dana pinjaman sebesar 1,4 triliun dari Bank Dunia untuk mengatasi permasalahan sampah di Sungai Citarum.

Terkait hal itu DPRD Jawa Barat mengingatkan Pemprov Jabar harus tepat sasaran dalam penggunaannya.

"Haruslah hati-hati dan harus tepat, 1,4 triliun itu bisa ke laut seperti air yang ada di Citarum tanpa manfaat dan sayang dan yang ada kita cuma bikin utang, utang siapa yang bayar? Seluruh anak bangsa ini? Masa setiap tahun mau bikin hutang yang dibebankan anak cucu kita," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jabar Daddy Rohanady, kepada RMOL Jabar, Kamis (13/6)


Kendati demikian, menurut dia, pemerintah masih memiliki opsi lain untuk revitalisasi Citarum selain berutang.

"Bagi saya ini plus minus. Plusnya karena kita tidak mampu, namun minusnya apa iya meski 1,4 triliun dan soal sasaran pengerjaan dan sebagainya kita lihat diperuntukan untuk apa, karena itu pembicaraan di pusat.  Bhwa diperuntukan untuk Citarum tapi Citarumnya untuk apanya," ujarnya.

Ia pun mempertanyakan hasil pajak air permukaan dari sungai Citarum. Pasalnya, sungai terpanjang di Jawa Baat itu  menghasilkan uang pajak untuk tiga waduk pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

"PLTA kita punya Cirata, Saguling dan Jatiluhur. Masa dari situ nggak ada uang," kritiknya.

Berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 12 Tahun 2019, pemerintah menetapkan harga dasar air permukaan di angka Rp 200 - Rp 300 per Kwh dan mulai berlaku sejak 19 Januari 2019.

Perum Jasa Tirta (PJT) 2, pengelola PLTA Jatiluhur melakukan studi peningkatan kapasitas listrik dari 187 MW akan menjadi 787 MW.

Asumsinya jika 1 Megawatt Hour listrik sama dengan 1.000 Kilowatt Hour, artinya tiap jam air sungai Citarum menghasilkan uang pajak puluhan juta rupiah. Per hari, potensi uang pajak yang bisa ditarik dari PLTA Jatiluruh saja lebih dari 1 miliar. Belum jika hitungan tahun.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya