Berita

Wahyu Indrasakti Saidi/Repro

Publika

Bangkrut Itu Ilmu Sukses

KAMIS, 13 JUNI 2019 | 08:00 WIB | OLEH: JOKO INTARTO

ANDA percaya bangkrut itu ilmu sukses? Saya percaya. Sangat percaya.

Saya sudah mewawancarai banyak pengusaha. Sejak masih wartawan sampai jadi penulis buku. Semua mengatakan pernah bangkrut. Tidak hanya sekali. Tapi berkali-kali. Tapi, suksesnya yang sekali ini telah membayar lunas bangkrutnya yang berulang kali.

Bangkrut dan sukses dalam bisnis ibarat dua sisi mata uang. Kedua-duanya adalah sebuah konsekuensi atas bisnis itu sendiri: kalau tidak bangkrut berarti sukses. Atau sebaliknya.


Banyak pengusaha sukses yang tidak mau bercerita tentang pengalaman bangkrutnya. Terutama pengusaha yang menjadi motivator. Entah mengapa.

Tapi pengusaha dan motivator bisnis yang satu ini memang beda. Ia justru blak-blakan tentang rahasia kebangkrutannya. Bahkan ia tulis menjadi banyak buku. Agar pengusaha yang membaca bisa sukses dalam bisnisnya.

Dr Ir H Wahyu Indrasakti Saidi MSc. Begitu nama lengkapnya. Saya biasa memanggilnya Pak Wahyu. Dalam seminar-seminar, ia dipanggil Coach Wahyu.

Alumni ITB yang merintis usaha sebagai tukang bakmi itu adalah satu-satunya motivator bisnis yang bangga dengan gelar "Raja Bangkrut Indonesia". Perjalanan Pak Wahyu mirip-mirip Billy Liem, konglomerat Malaysia yang juga sukses menjadi motivator bisnis setelah bangkrut.

Saya berkawan dengan Pak Wahyu tahun 2003. Kami sama-sama menjadi pengisi talkshow bisnis. Sejak itu kami selalu berduet. Pernah membuat roadshow seminar "Bisnis Modal Dengkul" di 100 kampus. Di Jabodetabek. Selama setahun penuh!

Tahun 2008 saya daulat Pak Wahyu menjadi presenter program siaran "Modal Dengkul Dapur Ngebul" di JAK TV. Saat itu, bisnisnya sedang top-topnya. Restorannya sudah 420. Di dalam dan luar negeri. Melalui skema bisnis waralaba.

Bahkan dua episode di antaranya diproduksi di Hong Kong. Bersamaan dengan pembukaan dua restorannya di sana. Banyak kru yang saya berangkatkan. Semua atas biaya Pak Wahyu!

Arsip videonya ada di sini.

Tahun 2011, saya ajak Pak Wahyu. Kembali tampil di stasiun TV. Menjadi presenter lagi. Di Radar TV. Tapi Pak Wahyu menolak. "Saya tidak punya uang. Saya bangkrut," katanya.

Jawaban itu sungguh membuat saya terkejut. Saya memang tidak pernah berjumpa lagi. Selama tiga tahun terakhir itu. Saya pikir Pak Wahyu masih kaya-raya. Bisnisnya masih baik-baik saja.

"Sukses berbisnis tidak hanya dengan belajar dari pengusaha sukses. Belajar sukses juga bisa dari pengusaha bangkrut," kata saya untuk meyakinkannya agar mau menjadi presenter.

Akhirnya Pak Wahyu setuju. Kami berdua lalu patungan. Setiap episode masing-masing sepakat 'bantingan' Rp 500 ribu. Sekali produksi langsung 3 episode.

Dasar nasib baik. Proposal "Berani Bangkrut" mendapat sponsor penuh dari Universitas Mercu Buana. Syaratnya produksi harus di kampus. Penontonnya mahasiswa jurusan bisnis. Setiap episode disetarakan dengan satu pertemuan tatap muka.

Rekaman selesai. Program mulai disiarkan di Radar TV yang direlay 44 stasiun TV lokal Jawa Pos Group. Totalnya 26 episode. Ditayangkan sekali seminggu selama enam bulan. Tak disangka. Tayangan itulah menjadi awal sukses baru Pak Wahyu. Menjadi motivator bisnis para pengusaha yang ingin sukses. Dari ilmu bangkrut.

Tonton videonya di sini.

Bangkrut adalah ilmu pengetahuan. Yang sangat mahal. Bisa senilai 420 restoran! Tentu Anda tidak harus bangkrut dulu untuk sukses lagi. Karena belum tentu bisa menjadi motivator bisnis sebaik Pak Wahyu.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya