Berita

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno/Net

Politik

Seruan Prabowo: Saya Mohon Tidak Perlu Berbondong-Bondong Ke MK

SELASA, 11 JUNI 2019 | 23:42 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sidang sengketa hasil Pemilihan Presiden 2019 akan segera dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) yang dijadwalkan pada 14 Juni mendatang.

Guna menghadapi sidang sengketa yang diajukan oleh tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN), Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto langsung memberi imbauan kepada masyarakat, khususnya para pendukungnya.

Melalui sebuah video yang dipublikasi, Prabowo mengimbau kepada pendukungnya untuk tenang dan tidak mengerahkan massa ke gedung Mahkamah Konstitusi.


"Kami memutuskan untuk menyerahkan (sengketa pilpres) melalui jalur hukum dan jalur konstitusi. Karena itu saya dan saudara Sandiaga Uno memohon pendukung-pendukung kami tidak perlu untuk berbondong-bondong hadir di lingkungan MK pada hari-hari mendatang," kata Prabowo dalam video tersebut, Selasa (11/6).

Ia berharap kepada para pendukung untuk percaya dengan langkah konstitusi yang ia ambil, yakni mempercayakan seluruh proses keadilan pemilu kepada MK seperti halnya yang dilakukannya bersama dengan Sandiaga.

"Saya mohon saudara, percaya kepada kami. Kami akan melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Kami selalu memikirkan yang terbaik untuk kepentingan rakyat," imbuhnya.

Ditegaskannya, para pendukung diharapkan tak membanjiri MK dengan massa. Prabowo berujar bahwa nantinya akan ada sejumlah delegasi yang akan menemani tim hukum dalam sidang.

"Sami'na wa atho'na, percayalah kepada pimpinan. Dan untuk itu, sunguh kalau saudara merasa mendukung Prabowo-Sandi, saya mohon tidak perlu hadir di sekitar Mahkamah Konstitusi," tandasnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya