Berita

Dubes Negara Qatar Ahmed Bin Jassim Al Hamar (kanan)/RMOL

Ambassador Talks

Dubes Al Hamar: Jalan Keluar Perseteruan Dan Perselisihan Adalah Dialog

SABTU, 01 JUNI 2019 | 23:10 WIB | OLEH: DR. TEGUH SANTOSA

SIAPAPUN tahu Qatar adalah salah satu pendukung utama war on terror yang dipimpin Amerika Serikat menyusul serangan terhadap Menara WTC di New York pada 11 September 2001. Qatar memberikan kesempatan kepada pasukan multinasional yang dipimpin AS untuk menggunakan wilayahnya sebagai pangkalan militer. Dukungan Qatar pada perang melawan teror berlangsung hingga kini.

Di pertengahan 2017, hubungan Qatar dengan negara-negara tetangganya memburuk. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, Maladewa, Senegal, Djibouti, Komoro, Jordania, pemerintahan Libya di Tobruk dan pemerintahan Yaman yang dipimpin Hadi, menghentikan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Mereka menuding Qatar memberikan bantuan tidak sedikit kepada kelompok teroris. Yang dimaksudkan disini adalah pada Iran dan Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau ISIS.


Negara-negara tetangga Qatar menuntut agar Qatar menghentikan hubungan diplomatik dengan Iran dan Turki, serta menutup jaringan televisi internasional Al Jazeera. Qatar menolak semua permintaan itu, dan buntutnya negara-negara tetangga Qatar memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan praktis memblokade dan melarang warganegara Qatar berpergiaan ke negara-negara tersebut.

Situasi ini tentu sedikit banyak merepotkan Qatar. Apalagi mereka tengah mempersiapkan Piala Piala Dunia 2022. Tetapi sejauh ini pemerintah tetap optimistis situasi akan membaik. Hal itu disampaikan Dubes Negara Qatar Ahmed Bin Jassim Al Hamar dalam wawancara beberapa waktu lalu. Berikut petikannya.


Kita juga tahu bahwa saat ini sedang terjadi krisis di kawasan terkait hubungan Qatar dengan sejumlah negara tetangga yang memburuk. Tidakkah krisis tersebut akan mempengaruhi penyelenggaraan Piala Dunia 2022?


Krisis politik yang kami hadapi di kawasan ini kami kira tidak akan memberikan pengaruh yang berarti bagi penyelenggaran Piala Dunia 2022. Bahkan dapat dikatakan, sama sekali tidak mempengaruhi.

Kami telah mempersiapkan semuanya dalam perencanaan yang matang. Terlebih karena selama ini kami selalu berusaha untuk berdiri di atas kaki  sendiri. Apapun yang terjadi tidak akan mempengaruhi.


Bisa Anda jelaskan bagaimana situasi terakhir di kawasan terkait dengan krisis tersebut?


Sejak krisis ini terjadi, kami selalu mengajak saudara dan tetangga kami untuk mencari solusi melalui jalan dialog. Ada tiga hal yang kami nilai perlu untuk dibawa dalam proses dialog tersebut. Pertama, kami menghormati dan tidak mencampuri urusan negara lain. Lalu prinsip mengakui kedaulatan setiap negara. Terakhir, dialog tersebut dilakukan dengan niat untuk mendapatkan kemashlahatan bersama bagi semua negara di kawasan. Hal ini tentu harus kita jadikan pegangan bersama agar dialog yang dilakukan memang menghasilkan keputusan yang baik. Berdasarkan hal itulah kami mengajak negara-negara tetangga kami untuk berdialog.


Apakah sampai sekarang blokade terhadap Qatar masih terjadi?


Ya, blokade masih ada. Bukan hanya blokade, tapi semua bentuk hubungan, baik melalui darat, laut maupun udara dibekukan. Warganegara Qatar juga tidak berkunjung ke negara-negara yang memutuskan hubungan dengan Qatar.


Bagaimana dengan penerbangan Qatar Airlines yang melintasi wilayah udara di kawasan?

Termasuk transportasi udara tidak bisa melewati wilayah udara negara-negara tersebut.


Apa yang sesungguhnya menjadi pangkal dari krisis ini?

Saya tidak tahu pasti.


Katanya, Qatar dituduh memberikan dukungan kepada Iran dan teroris. Tetapi kita juga tahu bahwa Qatar salah satu negara yang memberikan dukungan pada war on terror. Mengapa negara-negara Arab yang lain, yang juga ikut dalam aliansi bersama Amerika Serikat memerangi terorisme kini malah menuduh Qatar memberikan dukungan pada kelompok teroris?

Hubungan kami dengan negara-negara lain di dunia berjalan baik. Tidak hanya dengan Amerika Serikat, tetapi juga dengan Iran, selama hubungan tersebut tidak mencampuri urusan dalam negeri dan didasarkan pada pengakuan kedaulatan.

Semua tuduhan yang tadi disebutkan tidak benar. Berbagai resolusi dari lembaga-lembaga internasional menyatakan bahwa Qatar bebas dari semua tuduhan itu.

Tadi sudah saya sampaikan bahwa kami selalu mengajak negara-negara tetangga yang punya masalah dengan kami untuk berdialog. Dimanapun ada perseteruan dan perselisihan, jalan keluarnya adalah dialog. Dialog artinya dengan argumentasi yang jelas. Sampai sekarang, saya perlu sampaikan, argumentasi pihak sebelah tidak cukup kuat untuk menuduh Qatar.

Usaha-usaha untuk menggelar dialog juga sudah dilakukan oleh Emir Quwait, Sabah Al Sabah. Sayangnya inisiatif ini tidak ditanggapi dengan serius dan dialog tidak terjadi.


Setelah dua tahun apakah situasi di kawasan bisa lebih buruk lagi?

Kami tidak berharap hal yang lebih buruk terjadi. Kami hanya berharap dialog dapat dilakukan.


Saat ini Indonesia adalah Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB. Apakah ada harapan Indonesia bisa menjadi mediator dari persoalan ini?

Kami berterima kasih pada Indonesia atas posisi yang netral dalam krisis ini. Juga atas dukungan Indonesia untuk mencari solusi demi mengatasi krisis ini. Kami juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB. Kami percaya Indonesia akan berperan aktif dalam mencari solusi atas berbagai persoalan dan krisis yang terjadi di dunia, tidak hanya yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Kami  terntunya berharap Indonesia bisa membantu mencarikan solusi dan jalan keluar.


Selama blokade, apakah umat Muslim Qatar bisa menunaikan umrah dan haji ke Mekah?


Tidak bisa. Sudah tiga tahun.


Kalau jamaah berangkat dari negara ketiga, apakah tidak bisa juga?


Selama mereka memegang paspor Qatar mereka tidak akan diberikan akses.


Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya