Berita

Kumbakarna/Net

Jaya Suprana

Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami

KAMIS, 30 MEI 2019 | 09:19 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DI dalam kisah Ramayana hadir seorang tokoh yang saya kagumi setara dengan Bisma Dewabrata di dalam kisah Mahabharata dan Sukrasana di dalam Wayang Purwa. Tokoh Ramayana yang saya kagumi itu adalah Kumbakarna.

Tidur


Kumbakarna adalah adik Rahwana yang juga berbentuk raksasa namun jauh lebih tinggi-besar ketimbang Rahwana. Sejak dilahirkan, Kumbakarna meski mengerikan bertubuh raksasa namun bersanubari lemah-lembut.


Kumbakarna tidak mau mengganggu, merugikan apalagi menyakiti siapa pun di alam semesta ini. Demi mengejawantahkan keinginan tidak menyakiti siapa pun itu, Kumbakarna memilih untuk tidur, tidur dan tidur lalu tidur demi menjauhkan diri dari kehidupan sosial yang penuh friksi dan konflik kepentingan sehingga seluruh mahluk hidup saling mencurigai, saling membenci, saling menyakiti bahkan saling membinasakan.

Hidangan


Setelah adik perempuan Rahwana, Sarpakanaka terbunuh oleh Laksmana serta Indrajit sebagai putra mahkota Rahwana juga gugur di medan perang melawan Rama. Sementara adik bungsu Rahwana, Wibisana malah bergabung ke Rama, maka dalam suasana sarat duka serta kecewa Rahwana mendatangi Kumbakarna yang sedang nyenyak tidur.

Rahwana membangunkan Kumbakarna dari tidur berkelanjutannya kemudian menghidangkan makanan kesukaan Kumbakarna mulai dari nasi goreng, gado-gado, sate kambing, salmon teriyaki, bulgogi, pizza napoletana sampai schnitzel cordon bleue secara berlimpah ruah.

Terbangun dari hibernasi, Kumbakarna langsung melahap habis seluruh hidangan lezat yang disajikan dengan nafsu makan yang menggelora. Setelah seluruh makanan termakan, Kumbakarna bertanya kenapa Rahwana berbaik hati memberi makanan sedemikian lezat dan berlimpah.

Pamrih

Kumbakarna yakin Rahwana pasti punya pamrih. Benar saja, Rahwana langsung minta Kumbakarna untuk maju ke medan perang melawan agresi Rama beserta laksar wanara di bawah pimpinan Anoman. Kumbakarna tegas menolak karena tahu bahwa Rahwana adalah pihak yang bersalah.

Rahwana terkejut ditolak adiknya maka mencacimaki Kumbakarna tidak tahu budi sebab mau makan makanan yang disediakan Rahwana namun tidak mau membela Rahwana.

Dituduh tidak tahu budi, Kumbakarna langsung memuntahkan kembali seluruh hidangan yang dihidangkan Rahwana dalam keadaan utuh seperti semula sebelum dilahap sebagai bukti bahwa Kumbakarna tidak berutang apa pun terhadap Rahwana.

Rahwana terkejut lalu entah pura-pura atau sungguhan menangis tersedu-sedu akibat kecewa permintaan bela negara ditolak adik kandungnya sendiri setelah adik kandung lainnya tewas dan adik kandung satunya lagi menyeberang ke kubu musuh.

Bela Negara


Kumbakarna tersenyum kemudian menyatakan kepada Rahwana bahwa walau pun sadar bahwa kakaknya bersalah namun dirinya siap maju tak gentar maju ke medan perang melawan musuh negara dengan berbekal keyakinan “Right Or Wrong My Country !”.

Kumbakarna bukan bela kakak namun bela negara! Kumbakarna kemudian maju ke medan perang, bertempur melawan laskar wanara di bawah pimpinan Anoman.

Kumbakarna mustahil dikalahkan akibat memang luar biasa sakti mandraguna. Namun akhirnya Kumbakarna perlaya oleh panah pusaka Rama yang memperoleh bocoran rahasia dari Wibisana mengenai di mana letak titik kelemahan untuk membinasakan Kumbakarna.

Kesetiaan serta pengorbanan tanpa pamrih sampai titik darah penghabisan Kumbakarna kepada negaranya layak menjadi inspirasi semangat pengabdian para Abdi Negara Republik Indonesia yang siap tulus ikhlas berkorban tanpa pamrih  bagi bukan diri sendiri namun bagi negara, bangsa dan rakyat Indonesia.

Padamu negeri kami berjanji. Padamu negeri kami berbakti. Padamu negeri kami mengabdi. Bagimu negeri jiwa raga kami. MERDEKA!

Penulis adalah pembelajar falsafah pengorbanan tampa pamrih


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya