Berita

Ferdinand Hutahaean/RMOL

Politik

Pejabat Negara Diancam, Ferdinand: Kita Mulai Masuk Fase Perlawanan Rakyat

RABU, 29 MEI 2019 | 22:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pernyatan pihak kepolisian yang menyebut ada ancaman pembunuhan kepada empat pejabat negara yang dilakukan penunggang gelap aksi 22 Mei membuat gempar publik.

Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menjadi salah sati tokoh yang turut bersuara.

Meski belum dipastikan kebenarannya, namun hal itu menjadi cerminan perlawanan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.


"Jika benar ada yang memerintahkan untuk membunuh 4 pejabat negara, maka sesungguhnya kita mulai menasuki fase serius perlawanan rakyat," kata Ferdinand di akun Twitternya, Rabu (29/5).

Di sisi lain, ia berpandangan bahwa tindakan tersebut tak bisa dibenarkan di negara hukum seperti di Indonesia.

"Hukum berat dan pelakunya. Sesuai KUHP, maka ini diancam hukuman mati," tandasnya.

Dalam pemaparan polisi, empat pejabat negara yang diancam bakal dibunuh adalah Menkopolhukam, Wiranto; Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, Goris Mere, dan Kepala BIN, Budi Gunawan.

Mereka diancam oleh kelompok yang ditangkap polisi berkenaan dengan aksi 21-22 Mei lalu, yakni tersangka berinisial HK, AZ, IF, TJ, AD, dan AF.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya