Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Malaysia Siap Kirim Balik 3.000 Ton Sampah Plastik Ke Negara Asal

SELASA, 28 MEI 2019 | 22:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Malaysia akan mengirim sebanyak 3.000 ton sampah plastik kembali ke negara asalnya. Begitu penegasan Menteri Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan dan Perubahan Iklim Malaysia, Yeo Bee Yin, setelah memeriksa wadah di Port Klang (Selasa, 28/5).

Dia menggarisbawahi, mereka yang mengimor sampah secaa ilegal adalah pengkhianat. Yeo Bee Yin menambahkan, sebanyak 60 kontainer sampah yang telah diimpor secara ilegal akan dikirim kembali ke negara asalnya.

"Wadah-wadah ini secara ilegal dibawa ke negara itu di bawah deklarasi palsu dan pelanggaran lain yang jelas-jelas melanggar hukum lingkungan kita," jelasnya seperti dimuat Channel News Asia.


Dia mengatakan bahwa kesalahan itu harus dibagi antara eksportir dan mitra mereka di Malaysia.

"Setiap kontainer (impor) akan memiliki pemain lokal di sini. Kalau tidak, mereka tidak bisa mengekspornya di sini, itu sebabnya saya mengatakan mereka adalah pengkhianat," tegasnya.

Namun dia mengaku tidak dapat mengungkapkan berapa banyak perusahaan lokal yang terlibat karena masih dalam penyelidikan. Dia hanya menegaskan, semua pelaku akan diadili.

Malaysia tahun lalu menjadi tujuan utama dunia untuk limbah plastik setelah China melarang impornya, dan mengganggu aliran lebih dari tujuh juta ton sampah per tahun.

Lusinan pabrik daur ulang muncul di Malaysia, banyak di antaranya berjalan tanpa izin operasi. Masyarakat setempat pun mengeluhkan masalah lingkungan yang muncul.

Pejabat Malaysia telah mengidentifikasi setidaknya 14 negara asal sampah-sampah, termasuk Bangladesh, Amerika Serikat, Jepang, Perancis, Kanada, Australia dan Inggris.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya