Berita

Reyhan Fajari/Net

Dunia

Al Jazeera Beritakan Kematian Reyhan Fajari Saat Aksi 225

SENIN, 27 MEI 2019 | 12:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kabar kematian Muhammad Reyhan Fajari saat kerusuhan Rabu (22/5) lalu atau yang dikenal aksi 225, menjadi topik pemberitaan media asing, Al Jazeera.

Wartawan Al Jazeera, Andrew Thomas bahkan melakukan reportese dengan mengunjungi kediaman almarhum Reyhan yang meninggal dengan luka di bagian pelipis mata kiri. Luka itu disebut-sebut sebagai bekas tertembus peluru.

Andrew menemui ayah Reyhan, Agus Salim yang mengutarakan bahwa dirinya tidak tahu penyebab kematian anaknya. Saat itu, Agus mengaku hanya diberitahu bahwa anaknya dilarikan ke rumah sakit.


“Pertama saya lakukan adalah ke rumah sakit. Tidak ada yang memberi tahu apa yang terjadi. Mereka hanya meminta saya membawa tubuhnya (Reyhan),” kata Agus Salim dalam laporan video di Al Jazeera.

Sementara itu, istri Agus, Nurhayati mengaku syok saat pertama kali mendengar anaknya meninggal. Dia mengaku tidak percaya anaknya yang masih 15 tahun meninggal secepat itu.

“Saat saya tahu, pikiran saya sudah tidak karuan. Saya tidak percaya dia sudah tiada,” katanya.

Sementara saudara perempuan Reyhan, Fitriani Soleha mengaku kangen dengan candaan Reyhan.

“Dia orangnya menyenangkan,” tutur Fitriani.

Dalam laporan ini, Andrew Thomas menampilkan para pegiat hak asasi manusia (HAM) di Indonesia yang mendesak agar ada investigasi serius atas aksi aparat dalam menangani aksi 21, 22, dan 23 yang ricuh.

Sebab, ada beberapa penanganan yang dinilai tidak sesuai dengan standar operasi petugas. Seperti pemukulan seorang demonstran secara membabi buta di Kampung Bali, Tanah Abang oleh sejumlah pasukan Brimob. Video ini turut disiarkan dalam laporan Andrew.

Selain itu, ada juga perlakuaan kasar dan pemukulan terhadap petugas medis saat aksi.

Di akhir laporan, Andrew Thomas menceritakan bahwa keluarga Reyhan ingin tahu penyebab dan alasan anaknya jadi korban dalam kerusuhan tersebut. Sebab, Reyhan bukan bagian demonstran yang menolak hasil penghitungan suara pilpres KPU sebagaimana yang dilakukan massa aksi.

Reyhan, kata dia, masih terlalu remaja dan belum termotivasi untuk politik.

“Ayahnya ingin tahu kenapa anaknya meninggal?” tutup Andrew.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya